Waduk Rp 99 M di Pidie Tak Berfungsi

Waduk Rp 99 M di Pidie Tak Berfungsi
Waduk Rajui di kecamatan Padang Tiji, Pidie. (Pikiran Merdeka/Zamah Sari)

PM, Sigli – Waduk Rajui di kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie yang bernilai Rp. 99,2 Milyar hingga saat ini tak bisa berfungsi. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distannak) Kabupaten Pidie, Ainul Mardhiah mengaku sangat kecewa terhadap pembangunan waduk yang sudah selesai dibangun 2012 silam.

Hal itu dikatakan Ainul kepada Pikiran Merdeka, Kamis (06/08) ketika dikonfirmasi di kantor Bappeda Pidie. “Saya sangat kecewa ketika mendengar keluhan para petani di kawasan tersebut tentang kesulitan air,“ ungkap Ainul.

Menurutnya, sejak awal pembangunan waduk ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan air bagi petani di tiga kecamatan yakni, Padang Tiji, Muara Tiga dan Batee. Namun karena tidak dibangun saluran irigasi membuat waduk itu belum bisa menjawab keluhan petani tentang air. “Kami sering ditanyakan petani dikawasan itu untuk apa dibangun waduk kalau tidak bisa mengairi persawahan mereka,” imbuh Ainul.

Ainul menjelaskan, dinas terkait yang menangani pengairan yaitu Sumber Daya Air (SDA) harus bertanggung jawab terkait persoalan ini. “Mereka yang bertanggung jawab atas kebutuhan sarana irigasi. Jika hasilnya pertanian tidak maksimal, baru pihak pertanian yang disalahkan,” ujar Ainul.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Kabupaten Pidie, Muhammad Nazar ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan bahwa Waduk Rajui belum ada saluran irigasi untuk mengairi persawahan. Namun, ia berkilah menjadi pihak yang bertanggung jawab.  Menurutnya pembangunan Waduk Rajui dan saluran irigasi tanggung jawab Pemerintah Provinsi, sesuai aturan persawahan 1000 hektar hingga 3000 hektar saluran pengairan ditangagi provinsi.

“Jadi kita hanya melaporkan kepada mereka tentang kondisi dan kebutuhan, sedangkang wewenang berada pada mereka pihak provinsi,” kata Nazar

Lebih lanjut Nazar mengatakan uji kelayakan tentang Waduk Rajui sudah dilakukan, tapi dimana saja kendala pembangunan saluran irigasi sehingga tak dilanjutkan pihaknya tidak tahu pasti.

Dalam kesempatan itu, Kadis SDA mengaku terus melakukan upaya agar pembangunan saluran di Waduk Rajui segera terealisasi sehingga kebutuhan air bagi petani di tiga kecamatan setempat terpenuhi.

[PM 006]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

1314058 720
Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko (tengah) saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jenis sabu jaringan Malaysia-Indonesia dengan total barang bukti mencapai 180 kilogram di Polda Aceh, Rabu, 26 Juni 2024. Dok Humas Polda Aceh

Polda Aceh Tangkap Penyelundup 180 Kilogram Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia

IMG 20210328 WA0004
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. Mawardi didampingi Bupati Simeulue, Erli Hasim, Kepala Inspektorat Aceh, Ir.Zulkifli,MM, Kadis PUPR Aceh, Mawardi, ST dan Kadis Pengairan Aceh, Ade Surya, ST, ME, saat meninjau progres pengerjaan peningkatan jalan Sinabang-Sibigo, yang dibangun dengan skema anggaran tahun jamak di Simeulue, Minggu (28/3/2021). [Dok. Ist]

Irigasi Sigulai Bakal Rampung Tahun Depan