Takengon—Sebagian besar anak berkebutuhan khusus (ABK) usia sekolah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan tidak mengecap pendidikan.

“Kondisi itu memang memprihatinkan dan berharap ke depan semua pihak memperhatikan pendidikan bagi anak-anak penyandang cacat mental dan fisik atau ABK,” kata Kabag Humas dan Protokol Sekdakab Aceh Tengah Windi Darsa di Takengon, Rabu (9/5).

Data yang diperoleh dari instansi terkait tahun 2008 menyebutkan jumlah anak penyandang cacat di Aceh Tengah tercatat sebanyak 1.219 orang, namun hanya sekitar 217 jiwa yang mengenyam pendidikan di sekolah luar biasa (SLB) tingkat SD, SMP dan SMA.

Di Aceh Tengah, ia menyebutkan proses belajar mengajar para ABK itu tercatat ditampung di SLB Negeri Kebayakan, SLB swasta Pegasing dan SLB swasta Silih Nara.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Kebayakan Aceh Tengah Lukman juga mengakui banyaknya ABK di daerah berhawa dingin tersebut tidak mengeyam pendidikan di sekolah.

Kurang perhatian terhadap lembaga pendidikan SLB itu menjadi salah satu penyebab ABK tidak mengenyam pendidikan, terutama terbatasnya guru dan sarana belajar.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kurangnya perhatian atau pemahaman para orang tua juga menjadi faktor dominan penyebab anak-anak keterbelakangan mental dan fisik tidak bersekolah.

“Bahkan ada seorang anak mengalami keterbelakangan mental dengan usia yang sekitar 20 tahun namun tidak pernah mengenyam pendidikan. Ini sangat ironis,” kata dia menambahkan.

Kendati demikian, Lukman juga memberikan apresiasi atas perhatian Pemkab Aceh Tengah dengan memberikan dukungan atas keberlangsungan lembaga pendidikan yang menangani para anak cacat fisik maupun mental.

Akan tetapi, ia menyatakan yang paling dibutuhkan kedepan adalah perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Aceh untuk memberdayakan lembaga pendidikan bagi ABK.[ant]

Komentar