Banda Aceh—Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Aceh akan menutup ribuan koperasi yang selama ini tidak menggelar rapat anggota tahunan dan bentuk kegiatan koperasi lainnya.

”Koperasi-koperasi yang tidak aktif atau tidak bisa dibina lagi akan ditutup,” kata Kabid Kelembagaan Koperasi Disperindagkop Aceh, Karim Dito, Minggu (6/5).

Berdasarkan data di Disperindagkop Aceh, kata Karim, sedikitnya terdapat 7000 unit lembaga koperasi yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 persen sudah tidak aktif lagi sejak beberapa tahun terakhir.

Karim menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan lembaga koperasi di Aceh menjadi tidak aktif, di antaranya konflik berkepanjangan dan musibah gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 silam.

Menurutnya, selama ini pemerintah sudah berupaya menyelamatkan koperasi tersebut, namun hal itu gagal karena sebagian besar pengurus koperasi di Aceh tidak diketahui keberadaannya pasca konflik dan musibah tsunami.

”Penutupan itu diakibatkan sudah tidak ada aktivitas, pengurusnya banyak yang tidak aktif lagi dan ada juga yang sudah meninggal saat tsunami. Padahal koperasi tersebut masih terdaftar di Disperindagkop,” ujarnya.

Untuk menutup atau membubarkan koperasi yang tidak aktif, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Disperindagkop di kabupaten/kota guna melakukan verifikasi dan identifikasi.

”Penutupan ini punya tahapan-tahapan, tidak boleh secara langsung. Kalau tidak ditemukan pengurusnya baru akan ditutup. Namun kalau masih bisa diselamatkan maka tidak akan dibubarkan lembaga tersebut,” tegasnya.[zal]

Komentar