Sulaiman : Jual Aset Aceh Utara

Lhoksukon—Untuk membangun Kabupaten Aceh Utara, maka aset daerah tersebut di Kota Lhokseumawe harus dijual. Hal itu disampaikan kandidat Bupati Aceh Utara H Sulaiman Ibrahim saat debat kandidat di Gedung Olah Raga, Lhoksukon, Kamis (5/4).

Menurutnya, selama ini aset Aceh Utara yang bernilai ekonomis masih dikuasi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, malah ada yang dipersengketakan. “Aset Aceh Utara di Lhokseumawe itu harus diperjelas, harus dijual agar hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan,”  katanya.

Calon bupati yang berpasangan dengan T Syarifuddin itu juga berjanji kalau terpilih menajdi Bupati Aceh Utara akan melakukan tindakan kongkrit dalam memberantas korupsi. “Dalam visi misi kami juga telah jelas, bila tidak bisa mencegah korupsi bersedia  mundur dari jabatan bupati dan wakil bupati,” tegasnya.

Pengusahaa asal Menasah Mancang, Lhoksukon ini mengatakan akan mengolah hasil alam di Aceh Utara menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi sebelum dijual ke luar. Sehingga, selain hasil alam di Aceh Utara lebih mahal, juga bisa membuka lapangan kerja.

Katanya, selama ini hasil kelapa sawit Aceh Utara dijual keluar daerah dengan harga murah. “Setelah diolah di luar daerah, minyak goreng dikembalikan ke kabupaten ini, dengan harga lebih mahal. Begitu juga dengan gabah dari Aceh di jual keluar, setelah diolah menjadi beras berkualias dijual kembali dengan harga mahal,” lanjutnya.[pm/wal]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Wagub: Santri Berperan Tanggulangi Ajaran Sesat
Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf bersama Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Abu Hasbalah pimpinan Dayah Darut Thalibin Mesda Keutapang meninjau pembangunan Masjid Assa"adah, Keutapang, Nisam, Aceh Utara, Senin 22 Februari 2016.

Wagub: Santri Berperan Tanggulangi Ajaran Sesat

Paskibra Lhokseumawe Protes, Minta Kejelasan Honor Liburan
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang mengibarkan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2015 lalu, berdemo ke Kantor Walikota Lhokseumawe untuk menuntut kekurangan honor dan uang liburan, Rabu, (26/08/2015). Foto: F Salim.

Paskibra Lhokseumawe Protes, Minta Kejelasan Honor Liburan

Tekan Kemiskinan, P2KKP Didorong Percepat Pembangunan
Asisten III Setdako Lhokseumawe, Miswar Ibrahim, membuka sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman (P2KKP) di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Rabu (21/10). | Pikiran MErdeka/Erwin

Tekan Kemiskinan, P2KKP Didorong Percepat Pembangunan