Bayi Dibuang

Bayi Dibuang

Bayi yang ditemukan warga Juli Setuy dirawat di ruang perinatologi RSU dr Fauziah, Jumat (6/4).(Pikiran Merdeka/Joniful Bahri)

Bireuen—Warga Juli Setuy, Kecamatan Juli, Bireuen, menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kursi bambu di samping kios pangkas, Kamis (5/4) sekitar pukul 19.00 WIB.

Bersama bayi dengan berat 3,5 kg itu juga ditemukan surat berwasiat yang berisi permintaan agar bayi itu dijaga dan dirawat. Bayi itu ditinggalkan lengkap dengan perlengkapan bayi dan dibalut dengan kain panjang serta popok, bedung dan jaket merah termasuk perlengkapan bedak.

Kini bayi yang diduga hasil hubungan terlarang itu dirawat di ruang perinatologi RSU dr Fauziah. Sementara kasus temuan bayi ini sudah ditangani pihak kepolisian, Polsek Juli.

Menurut keterangan warga  setempat, awalnya bayi itu ditinggal dan diletakkan diatas kursi bambu, depan rumah rumah, samping kios pangkas milik Hamdani Husaini, 34, tak lain, Keuchik Juli Setuy.  Bayi itu diletakkan oleh pelaku saat hujan gerimis, sebelum kejadian warga sempat melihat ada satu pasangan yang menggunakan sepeda motor Yamaha RX King  turun di sana kemudian pergi lagi.

“Sebelum ada temuan bayi itu, memang ada warga yang melihat ada satu pasangan turun menggunakan Yamaha RX King, tapi apakah orang itu yang meletakkan bayi itu atau bukan, tak jelas. Pengendara Yamaha RX King meluncur ke arah persimpangan menuju gampong Juli Cot Mesjid,” ungkapnya.

Keuchik Juli Setuy, Hamdani Husaini  saat ditemui  di rumah sakit Bireuen menjelaskan, dirinya tidak mengetahui secara jelas, kapan  bayi tersebut diletakkan di depan rumahnya.

Menurut Hamdani, saat kejadian, dirinya sedang mengaji, usai salat magrib. Lalu isterinya, Vina, 27, sempat mendengar adanya suara jeritan bayi menangis depan rumah. “Saat itu, isterinya saya sempat bilang ada bayi menangis depan rumah, tapi saya menggangap, kalau itu suara bayi tetangga, sehingga saya tak menaruh curiga,” katanya.

Namun isterinya tetap mendesak untuk melihat, karena tangisannya terus menerus, sehingga Hamdani bergegas keluar untuk memastikan sambil menghidupkan lampu, karena  lampu teras samping kios tidak menyala.

Saat itu, Keuchik Juli Setuy itu tidak berani mendekat, lalu dipanggil  sejumlah tetangganya untuk memastikan bayi yang sudah diletakkan orang di kursi bambu miliknya.

Kapolres Bireuen, AKPB Yuri Karsono SIK melalui Kapolsek Juli, Iptu Saleh Amri yang dihubungi Pikiran Merdeka, Jumat (6/4) mengaku, sejauh ini, pihaknya belum berhasil mengungkap pelakunya.

“Hingga saat ini kita masih mengembang dan menyelidiki terkait kasus bayi yang ditinggalkan di depan rumah Keuchik Juli Situy, bayi itu dalam kondisi sehat dan dirawat di rumah sakit Bireuen,” jelasnya.[pm/jon]

Komentar