IMG_0827PM, Banda Aceh—Koalisi Syariatkan Penerbit berunjuk rasa di Banda Aceh, Rabu (12/3). Mereka meminta penerbit lebih selektif mendistribusikan buku-buku bacaan di daerah Syariat Islam ini.

Koalisi tersebut terdiri dari HMI Komisriat Syariah UIN Ar Raniry, Komunitas Pencinta Pulo Aceh dan Atjeh Analysts Club. Mereka berorasi di DPRA, kantor Dinas Pendidikan Aceh dan di depan kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

M Fajar Sidqi, koordinator aksi, dalam orasinya menyebutkan, aksi tersebut digelar setelah pihaknya menemukan beberapa buku keluaran salah satu penerbit nasional memuat gambar porno dan telah didistribusikan ke semua sekolah di Banda Aceh.

Menurutnya, buku tersebut belum pantas dibaca oleh siswa-siswa sekolah. “Kami menganggap bahwa Syariat Islam dan pendidikan telah dinodai,” tegasnya.

Ketua HMI Komisriat Syariah UIN Ar Raniry menambahkan, pihaknya mengaku kecewa dengan penerbit tersebut yang memasukkan beberapa materi yang tidak seharusnya dikonsumsi siswa di Aceh. “Mereka dengan sengaja memasukkan materi porno. Ini sudah menjadi temuan inspektorat namun seakan-akan tidak ada kasusnya,” bebernya.

Zawir Qiram, ketua A2C mengutarakan, pihaknya juga menyayangkan kecerobohan dan kelalaian pemerintah dalam mendistribusi buku tersebut. “Pemerintah kok diam-diam saja dalam kasus ini. Padahal ini menyangkut moral generasi mendatang,” tegasnya.

Wakil Ketua KP2A Khairil Akbar di kesempatan yang sama mengimbau agar masyarakat untuk memperhatikan buku-buku bacaan anak mereka. Selain itu, dia juga meminta pihak terkait untuk segera mengambil kebijakan dan mensyariatkan penerbit.

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa tersebut mendesak agar pemerintah lebih berhati-hati dalam melakukan distribusi buku ke sekolah-sekolah. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk segera menarik buku-buku yang tidak layak dikonsumsi oleh siswa dari seluruh sekolah di Aceh.(PM-007)

Komentar