IMG 20201108 WA0003
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi melakukan Inseminasi buatan pada sapi indukan jenis frissian holstein di Unit Pelayanan Terpadu Daerah Inseminasi Buatan dan Inkubator (UPTD-IBI) Saree, Kabupaten Aceh Besar, Minggu, (8/11/2020). (Foto/Humas)

PM, Aceh Besar – Dinas Peternakan Aceh disebut telah berhasil mengatasi kekeliruan penanganan sapi-sapi di Unit Pelaksana Teknis Daerah Inseminasi Buatan dan Inkubator (UPTD IBI) Dinas Pertanian Saree.

Saat berkunjung ke lokasi tersebut, Minggu (8/11/2020), Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan sapi-sapi yang beberapa bulan lalu ditemukan dalam keadaan kurus itu, kini telah kembali ke bobot ideal.

“Selamat Pak Kadis, mohon penanganannya ditingkatkan dan jangan sampai terulang lagi,” ujar Nova kepada Kadis Peternakan Aceh, Rahmandi.

Nova mengatakan, pasca kunjungan di bulan Juni lalu, pihaknya terus melakukan langkah perbaikan dan melakukan treatment pada sapi-sapi tersebut. Dorongan untuk perbaikan itu juga karena UPTD IBI Saree merupakan salah satu UPTD yang paling besar menghasilkan Pendapatan Asli Aceh atau PAA.

UPTD Saree adalah salah satu penyumbang PAA terbesar, lebih dari 1 miliar. Target semua dalam satu kurun program sebesar Rp3,7 miliar. Mudah-mudahan UPTD ini bisa jadi primadona bagi PAA. Dan, tentu saja kita berharap tidak ada mismanajemen lagi, sehingga kejadian sapi kurus, bahkan beberapa ekor sapi mati kala itu tidak terulang lagi,” pesan Nova.

Baca juga MaTA: Jangan Sampai Kasus Sapi Saree Mangkrak

Dinas Peternakan, lanjut Nova, tidak hanya menghindari mismanajemen tetapi harus meningkatkan kinerja membantu masyarakat dan kelompok ternak, “itu yang terpenting, karena sapi yang dijual di sini harganya relatif lebih murah dari harga pasaran,” pungkas Gubernur. (*)

Komentar