Oleh: Dr. Jabbar Sabil, MA
Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

 

(Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah mejadi tulang belulang yang hancur lumat?” (QS. Al-Nazi‘at [79]: 10-11).

Ayat ini merekam pengingkaran mereka yang kufur terhadap ayat Allah SWT tentang kebangkitan kembali. Logika yang mereka bangun memuat asumsi bahwa kebangkitan itu tidak mungkin terjadi, karena jangankan tubuh, tulang-belulang sekalipun telah hancur lumat. Dengan logika ini mereka menertawakan orang-orang yang percaya akan adanya kebangkitan kembali setelah mati.

Uniknya, di tengah luasnya penerimaan terhadap logika di atas, Rasulullah SAW. justru menjelaskan bahwa ada bagian dari tulang manusia yang tidak hancur lumat. Dalam Hadis yang dibukukan oleh Al-Bukhari Rasulullah SAW. bersabda: “Setiap anak Adam akan (hancur) dimakan tanah, kecuali tulang ekor (‘azb al-zanab). Dari itu ia diciptakan dan dari itu pula ia disusun/dibentuk (ulang/kembali).”

Hadis ini unik, karena Rasulullah SAW. mengungkapkan sesuatu yang sama sekali tidak terpikir oleh ilmuwan di masa itu. Bahkan berabad-abad kemudian rahasia ketahanan tulang ekor tetap menjadi misteri. Baru di abad kontemporer ini ilmuwan melakukan penelitian yang membuktikan kebenaran sabda Rasulullah SAW di atas. Dua ilmuwan di Yaman melakukan eksperimen dengan cara membakar tulang ekor paling ujung sampai gosong. Ternyata sel-sel pada tulang ekor itu tidak terpengaruh, bahkan masih bisa bertahan meski dibakar lebih lama.

Masalah lain yang mengemuka adalah soal hubungan tulang ekor dengan kebangkitan kembali. Dulu tidak ada teori yang dapat menjelaskannya sehingga masalah ini juga menjadi misteri selama berabad-abad. Tetapi penelitian mutakhir di abad postmodern justru berhasil mengungkapkan, bahwa bagian paling ujung tulang ekor (primitive streak) berisi sel-sel yang bersifat pleuripotent. Artinya, sel-sel ini mampu berkembang mejadi jaringan-jaringan dewasa yang disebut sebagai sel punca (stem cells).

Penelitian para ilmuwan menunjukkan, bahwa sel punca terbentuk beberapa saat setelah terjadinya konsepsi antara sel telur (ibu) dengan sperma (ayah). Ini merupakan sel yang sangat awal terbentuk, lalu berkembang dan terdiferensiasi menjadi sel-sel lain yang membentuk jantung misalnya, dan organ tubuh lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud oleh Nabi Muhammad SAW. sebagai ‘azb al-zanab adalah sel punca. Dari sel punca inilah manusia diciptakan dan dibangkitkan kembali. Dengan demikian peristiwa kebangkitan kembali manusia setelah kematian bukanlah perkara mustahil, bahkan terjelaskan secara ilmiah.[]

Komentar