Museum Islamic Sharjah. (eticketing.ae)

Jakarta – Koleksi Museum peradaban Islam di Sharjah Uni Emirat Arab menawarkan pengalaman unik guna mengenal kehidupan masyarakat Muslim. Berlokasi di jantung emirat Sharjah, satu hal menarik dari museum adalah bagian atap sekaligus kubah emas.

Kurator Entisar al-Obaidili mengatakan museum ini memiliki lebih dari 5,000 artefak dimana mayoritas adalah artefak langka. Koleksi museum diatur berdasarkan tema dan tersebar lebih dari 7 galeri yang menampilkan sejarah Islam, ilmu pengetahuan, penemuan, kebudayaan, dan seni Islami.

“Setiap dua tahun sekali, kita mengatur pameran international dengan kolaborasi bersama museum-museum lainnya dan beberapa institusi seperti Museum Seni Islami Malaysia dan Museum Seni Islami Berlin” kata Obaidili.

Di lantai dasar Museum, terdapat galeri Abu Bakar, galeri ilmu pengetahuan dan teknologi Ibnu Al-Haytham, dan pameran temporer Al-Majarrah sekaligus dengan tampilan koin Islami di serambi luar. Koleksi penting koin Islami yakni dinar dan dirham era dinasti Umayyah dan Abbasiyah.

Di lantai pertama Museum, terdapat 4 galeri seni Islami yang diatur menurut garis waktu dari periode awal hingga abad ke 20. Galeri Abu Bakar mewakili pengenalan terhadap Islam dan Al-Qur’an. pameran di galeri tersebut dirancang untuk menjelaskan tentang 5 rukun Islam serta kisah menarik perjalanan haji.

Artefak menarik lainnya termasuk Kiswah, kain penutup Ka’bah, manuskrip bersejarah Al-Qur;an ditambah dengan model, foto, presentasi dan fakta-fakta penting mengenai arsiktektur masjid dari seluruh Dunia.

Di galeri ilmu pengetahuan dan teknologi Ibnu Al-Haytham ditampilkan pencapaian ilmu pengetahuan Islam dan kontribusi ilmuwan muslim terhadap peradaban Dunia.

Di Galeri Islami 1,terdapat artefak seperti tembikar, bikinan baja, pahatan kayu, manuskrip dan tekstil yang dibuat di dunia muslim abad ke 7 hingga abad ke 13.

Sementara itu, di galeri Islami 2, terdapat karya seni Islami dari abad ke 13 hingga ke 19.

Di galeri tersebut juga terdapat objek objek yang berkaitan dengan peristiwa invasi kaum Mongol di abad ke 13. Galeri tersebut mewakili objek-objek menarik menarik dari era Turki Utsmani, Safavid, dan Mughal.

Sumber: Republika

Komentar