Bupati Aceh Jaya, HT Irfan TB. (Ist)

PM, Calang – Terkait kejadian yang menimpa warga desa Jeumpheuk, Kecamatan Sampoiniet yang terpaksa membawa pulang jenazah menggunakan becak karena supir Ambulans Puskesmas yang tidak berada di tempat, Bupati Aceh Jaya Drs. HT Irfan TB mengaku telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum supir yang lalai dalam bertugas tersebut.

“Iya terkait kasus itu sudah kita tangani, dan oknum supir tersebut sudah saya perintahkan kadinkes Aceh Jaya untuk memberhentikannya,” ujar Irfan TB saat diwawancarai awak media usai pelepasan kontingan Aceh Jaya dalam rangka mengikuti PKA ke-7 di Banda Aceh, Sabtu, (4/8).

Menurut Irfan, supir tersebut memang sudah beberapa kali melakukan kesalahan yang sama, sehingga harus diambil tindakan tegas.

Namun masih kata Irfan TB, atas nama pemerintah Kabupaten Aceh Jaya kami juga minta maaf kepada keluarga korban serta masyarakat Jeumpheuk terkait hal tersebut.

“Semalam pihak Puskesmas dan juga Dinas Kesehatan sudah kerumah duka, dan kita berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di Aceh Jaya,” ujar Irfan.

Selain itu, ia juga sudah memerintahkan Dinkes bagian Pelayanan Kesehatan serta para kepala Puskesmas untuk terus memantau kedisiplinan serta memaksimalkan layanan kesehatan di Puskesmas masing-masing.

Sementara itu, keuchik Gampong Jeumpheuk Taufik membenarkan jika pihak Dinkes bersama pihak Puskesmas Lhok Kruet serta Camat ke rumah duka dan sudah meminta maaf terkait masalah tersebut. Menurut Taufik, supir ambulan tersebut masih ada ikatan keluarga dengan korban, namun ia juga tidak menyangka terjadi demikian.

Sebelumnya, warga desa Jeumpheuk, Kecamatan Sampoiniet sangat marah terhadap oknum supir ambulan Puskesmas Lhok Kruet yang tidak siaga di tempat. Sehingga masyarakat terpaksa membawa pulang jenazah T Samsul Bahri (62) dengan menggunakan becak pada Jum’at (3/8) dini hari.

Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (4/8) menceritakan pada Kamis sebelumnya sekitar jam 16.00 WIB korban pamit ke istrinya untuk pergi menjala ikan di kawasan kuala Babah Nipah, Sampoiniet. Namun hingga pukul 10 malam korban belum juga pulang, sehingga pihak keluarga menghuhungi aparat desa untuk menyusul ke lokasi tempat korban menjala ikan.

Lanjutnya, setelah tiba di lokasi warga menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan posisi masih ada jala di tangannya.

“Kami menduga korban kelelahan (pitam) akibat darah tinggi, dan di tubuh korban juga tidak terdapat adanya penganiayaan,” ujar Taufik.

Setelah itu warga langsung menandu korban dengan menggunakan sarung hingga ke jalan utama sejauh 3 kilometer dari TKP.

Namun mobil Ambulan Puskesmas Lhok Kruet yang dihubungi pihak keluarga tak kunjung datang dengan alasan supir Ambulan sudah ke Banda Aceh, karena tidak ada cara lain terpaksa jenazah korban dibawa pulang kerumah duka dengan menggunakan becak yang jaraknya diperkirakan sekitar 5 kilometer.

Masih lanjut Taufik, keesokan harinya pihak keluarga menghubungi Puskesmas Lageun Kecamatan Setia Bakti untuk minta bantuan mobil Ambulan, dengan keperluan membawa jenazah ke mesjid untuk dishalatkan dan untuk dimakamkan ke tempat pemakaman.

Diketahui, Puskesmas Lageun Kecamatan Setia Bakti adalah satu-satunya Puskesmas yang jaraknya lebih dekat dibandingkan dengan Puskesmas lain. Sementara kecamatan Sampoiniet sendiri juga ada Puskesmas Lhok Kruet yang seharusnya lebih optimal dalam melayani masyarakat karena masih berada dalam satu kecamatan.[]

Reporter: Arif Hidayat

 

 

 

Komentar