Kegiatan daur ulang plastik menjadi kerajinan di Gampong Peurada, Banda Aceh.

Banda Aceh – Dalam rangka menjaga lingkungan hidup yang bersih, asri dan hijau, Gampong Peurada kini telah memiliki depo WCP (Waste Collecting Point). Melalui sistem WCP ini warga mulai membiasakan memilah-milah sampah.

Material-material limbah rumat tangga yang dapat bisa ditangani dengan proses 3R (Reduce, Re-cycle dan Re-use) akan di kumpulkan pada WCP, untuk kemudian diambil oleh pihak DLHK3 guna diproses lebih lanjut. Dengan kegiatan ini, warga Gampong Peurada berharap dapat berkontribusi mengurangi debit sampah di Kota Banda Aceh.

Berkaitan dengan itu pada tanggal 18 September 2019 yang lalu, ibu-ibu warga Gampong Peurada telah dilatih oleh tim DLHK3 yang dipimpin oleh Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Hendra Gunawan, S.Hut.

Dalam pelatihan ini limbah plastik bekas bungkusan kemasan detergen, kopi dan lain-lain didaur ulang menjadi kerajinan seperti tas belanja, dompet, kotak pinsil dan lain-lain.

Kegiatan pelatihan ini disambut baik oleh Ketua Tim penggerak PKK Gampong Peurada, Dr. Sulastri, M.Si. Beliau mengatakan, “Bumi ini sudah sangat menderita menanggung beban limbah plastik, hampir tidak ada bagian di bumi ini yang bebas dari plastik, plastik umumnya tidak dapat diurai oleh mikro-organisme, oleh karenanya perlu usaha-usaha inovatif untuk dapat memanfaatkan kembali (Re-Use) plastik ini menjadi  produk bernilai ekonomis tinggi”.

“Kita perlu berupaya mengubah sampah menjadi ‘uang’ yang pada akhirnya diharapkan ibu-ibu memiliki ketrampilan yang dapat menunjang ekonomi keluarga”, ungkapnya.

Sulastri mengatakan ada 30-an ibu-ibu Gampong Peurada yang mengikuti kegiatan ini. Mereka sangat semangat dan antusias mengikuti pelatihan yang dipandu Tutor Maisarah. Dari tangan-tangan terampil ibu-ibu tersebut diharapkan dapat menghasilkan karya yang bernilai seni dan punya nilai jual yang tinggi pula.

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA