Massa pengunjuk rasa berkumpul di aula kedatangan bandara internasional Hongkong, Jumat (26/7/2019).(REUTERS/EDGAR SU)

Hongkong – Gerakan Aktivis Anti-Pemerintah Hongkong ternyata tidak hanya menggelar aksi turun ke jalan dan menduduki bandara. Aktivis Anti-Pemerintah Hongkong juga melakukan penggalangan dana secara online untuk membiayai kampanye melalui iklan internasional.

Dilansir SCMP, penggalangan dana online dibuka pada Senin (12/8/2019) melalui forum lokal populer LIHKG yang dimulai pukul 10.30 pagi dan ditutup tiga jam kemudian.

Target awal penggalangan dana sebesar 7,8 juta Dollar Hongkong (sekitar Rp 14 miliar) dan jumlah tersebut terkumpul hanya dalam waktu satu setengah jam.

Saat penggalangan dana ditutup sekitar pukul 13.30, donatur telah mencapai 22.500 orang, dengan total dana 15,4 juta Dollar Hongkong (Rp 27,9 miliar).

Langkah penggalangan dana itu dilakukan menyusul terjadinya bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi anti-huru hara di stasiun kereta api Kwai Fong pada Minggu (11/8/2019) malam.

Dalam bentrokan itu aparat keamanan dilaporkan menembakkan gas air mata, sedangkan di stasiun Tai Koo, petugas melepaskan peluru merica dari jarak dekat ke arah pengunjuk rasa.

Penggalangan dana itu merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh gerakan anti-pemerintah. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk biaya pemasangan iklan di luar negeri yang diharapkan dapat memberi tekanan terhadap para pemimpin Hongkong dan China di panggung dunia.

Dua kampanye penggalangan dana sebelumnya telah digelar pad awal Juli dan berhasil mengumpulkan hampir 10 juta Dollar Hongkong (sekitar Rp 18 miliar).

Uang yang terkumpul dalam kampanye penggalangan dana sebelumnya telah digunakan untuk memasang iklan, setidaknya di 20 surat kabar utama nasional selama berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang.

Para aktivis berharap dapat mempublikasikan lebih banyak iklan di lebih banyak surat kabar dunia. Dalam postingan di forum LIHKG, panitia dari dua kampanye penggalangan dana sebelumnya mengatakan, mereka mendesak Amerika Serikat dan Inggris untuk memberikan sanksi kepada para pejabat Hongkong.

Selain itu juga meningkatkan kesadaran global terhadap apa yang diklaim para aktivis anti-pemerintah sebagai penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh petugas kepada para pengunjuk rasa.

“Sejak 9 Juni, perlakuan tidak manusiawi yang dialami warga Hongkong sudah melampaui apa yang bisa diterima masyarakat beradab,” tulis aktivis pro-demokrasi dalam postingan kampanye penggalangan dana itu.

Kampanye penggalangan dana ini adalah eskalasi lain untuk mengungkapkan kepada dunia bagaimana pemerintah Hongkong menggunakan langkah-langkah ekstrem dalam menindak pembangkang.”

Aktivis anti-pemerintah juga menuduh aparat telah menggunakan ‘senjata kimia’ tanpa pandang bulu, dan menembak warga dari jarak dekat.

Sumber: Kompas

Komentar