Ilustrasi

PM, Bireuen – Juhardi, 38, warga Pante Lhoong, Kecamatan Peusangan, Bireuen, ditemukan tewas di Sungai Peusangan, Senin (12/05/2014) malam sekitar pukul 21.45 WIB. Korban terjun ke sungai karena dikejar anggota Polres Bireuen.

Kejadian tersebut berawal saat Juwardi bermain bola kaki di desanya, Senin (12/05/2014) sore. Tiba-tiba datang empat anggota polisi dari Polres Bireuen ingin menangkapnya. Karena takut, Juwardi kemudian melarikan diri dengan terjun ke sungai.

Munawir, 44, abang kandung korban menceritakan,  adiknya yang tidak sanggup berenang lagi karena derasnya arus sungai sore tadi, sempat meminta bantuan kepada abang sepupunya yang berada di bantaran sungai.

“Abang sepupunya itu sudah mengambil kayu untuk membantu korban, namun dilarang polisi. Polisi juga mengancam tembak jika nekat membantu korban,” ungkap Munawir yang menghubungi pikiranmerdeka.com, Senin (12/05/2014).

Karena tidak sanggup melihat Juwardi meminta tolong, kata Munawir, akhirnya abang sepupunya itu nekat terjun ke sungai untuk membantu tanpa menghiraukan ancaman polisi tersebut.

“Saat dia terjun ke sungai, Juwardi sudah tenggelam dan tidak ditemukan lagi,” katanya.

Menurut Munawir, saat adiknya terjun ke sungai, polisi sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan ke arah korban.

Munawir menuduh empat anggota polisi itu merupakan penyebab kematian adiknya. Sebagai pengayom  masyarakat, kata dia, tidak pantas polisi membiarkan orang tenggelam apalagi mencegah orang lain yang ingin membantunya.

“Binatang yang hanyut di sungai saja pasti kita bantu, apalagi ini manusia. Kami sekeluarga  akan melaporkan kasus ini ke Propam Polda Aceh dan juga ke Kontras,” katanya.

Munawir mengatakan masyarakat Pante Lhong sudah melaporkan masalah tersebut ke Polsek Peusangan.

“Masyarakat sangat marah dengan kejadian yang menimpa adik saya, sehingga melaporkan kasus ini ke Polsek Matang,” katanya.

[PM 003]

 

Komentar