Sekretaris Dinkes Aceh Singkil, Erwin Syahputra dan Kabid P2P Nurman Manik, usai mengunjungi Paras Perdana yang diduga terkena dampak virus rubella saat di dalam kandungan. (PM/Putra)

PM, Singkil – Paras Perdana (6), anak asal Desa Situbuh-Tubuh kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil diduga terkena dampak penyakit, sehingga lahir tak sempurna.

Putra pasangan Sonot Manik dan Efendi Berutu itupun hingga kini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat lantaran selalu kejang-kejang setiap malam hari.

Orangtuanya mengeluhkan Paras sering kejang-kejang, susah tidur setiap malam, selain itu ia mengalami pendengaran bermasalah. Bahkan menurut dokter, anaknya mengalami kelainan jantung sejak lahir.

Kata Efendi, anaknya sudah berkali kali berobat di RSUD Aceh Singkil, bahkan juga sampai dirawat ke RS di Medan, Sumatra Utara pada tahun 2017 silam, namun tetap saja dianggap dokter ada indikasi dari Measles Rubella.

“Kata dokter, yang membuat anak saya seperti ini adalah terindikasi dari dampak Rubella, di Medan juga mengatakan hal yang sama,” terangnya menceritakan kepada awak media.

Secara terpisah, dokter spesialis anak, Dr Dedi Eka mengatakan, penyakit Measles Rubella (MR) sangat rentan terhadap ibu hamil. “Karena efeknya dapat cepat gangguan proses pembentukan janin di usia ibu-ibu sedang hamil muda,” katanya didampingi Sekretaris Dinkes Aceh Singkil Erwin Syahputra dan Kabid P2P Nurman Manik, usai mengunjungi Paras Perdana yang diduga terkena dampak virus rubella saat di dalam kandungan.

Dr Dedi mengimbau, wanita hamil muda sebaiknya diisolasi dari anak yang dicurigai terkena campak, karena rubella mirip dengan campak, dan diungsikan selama 7 hari.

“Terutama pada saat hamil dibawah 16 minggu yang paling parah dibawah 8 minggu umur kehamilan. Namun jika sudah usia kehamilan tua, sudah tidak bermasalah karena janin sudah terbentuk sempurna. Jika mengenai ibu hamil muda, bisa berdampak anak lahir dengan kondisi prematur atau organ tumbuh yang tidak sempurna,” paparnya.

Begitupun virus Rubella jika menyerang orang biasa, lanjut dia, dampaknya hanya demam-demam biasa. Selama tiga hari sudah sembuh.

Lebih jelas Dedi mencontohkan, jika janin terkena virus rubella, proses pertumbuhan mata saat dalam rahim terganggu, sehingga tidak terbentuk sempurna. Pembentukan jantung juga tidak sempurna sehingga menjadi jantung bocor.

Diketahui, rubella merupakan penyakit lama, untuk penanganannya menyita banyak waktu dan biaya.

“Dan jika ada yang gratis vaksin, baiknya di vaksin,” pesan Dedi.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan RI sedang menjalankan program Vaksin MR seluruh Indonesia, termasuk Aceh Singkil. Namun hal itu sempat kontroversi karena kandungan vaksin MR tersebut belum jelas kehalalannya. Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap mengkampanyekan vaksin MR terutama kepada anak sejak 9 – 15 Tahun. []

Reporter:  Putra

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh