Pemandangan senja di Pulau Baguk, kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, salah satu foto karya Novri. (Ist)

PM, Singkil – Panitia seleksi kontes foto ‘Pesona Pesisir Pulau Banyak 2018’ dituding tidak transparan, bahkan dinilai diskriminasi. Lantaran, diduga panitia meluluskan orang orang terdekat mereka.

Sebelumnya, lomba foto tersebut merupakan program kegiatan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh. Panitia sempat menyeleksi para pendaftar hingga terjaring 40 peserta untuk berangkat ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Lomba tersebut berhadiah Rp 36 juta.

“Panitia tidak transparan, sarat dengan KKN untuk meluluskan peserta dalam lomba foto tersebut,” ujar Novri, salah satu pegiat fotografi Pulau Banyak kepada pikiranmerdeka.co, Sabtu (29/7).

Pemuda yang juga ikut serta dalam seleksi lomba beberapa waktu lalu itu sangat menyayangkan program yang bagus untuk perkembangan wisata, harus dinodai dengan ketidakjujuran panitia seleksi. Ia bahkan menyesalkan panitia yang tidak konsisten dengan peraturan yang dibuat beberapa hari lalu dalam akun BPNB Aceh, oleh salah satu panitia atas nama Irinidewiyanti.

“Temen-temen fotografer yang baik, sebelumnya saya harus menjelaskan nggak mungkin kan dalam kegiatan nggak ada panitianya, Nah jangan khawatir yang 5 ke bawah itu tidak ikut dalam lomba, kenapa mereka harus dimasukkan ke daftar peserta? karena sesuai peraturan yang dibolehin hanya 3 orang alias 10 persen dari jumlah peserta,” tulisnya dalam akun tersebut.

Panitia itu lalu melanjutkan, “selebihnya kalau belum merasa bisa mengampu pekerjaan tersebut bisa masuk jadi peserta pendamping, jadi sekali lagi maaf yah, kami tidak bermaksud KKN dalam kegiatan tersebut, hanya kesalahan tidak menjelaskan dari awal sekali lagi maaf, selamat kepada yang mau berlomba.”

Novri menimpali, padahal dalam poster pengumuman pendaftaran sebelumnya pihak panitia menegaskan bahwa baik penyelenggara, panitia maupun dewan juri beserta keluarga tidak diperkenankan untuk mengikuti lomba.

“Artinya pihak panitia sendiri tidak konsisten dengan peraturan yang dibuatnya,” terang Novri.

Ia mengaku kecewa. Menurutnya kontes foto tersebut seperti jadi ajang jalan-jalan gratis yang menggunakan uang rakyat.

“Karena yang lolos 40 besar akan dibiayai sepenuhnya oleh panitia untuk ikut lomba yang diadakan di Pulau Banyak,” tandas Novri. []

Reporter: Putra

 

Komentar