Abrasi di sepanjang garis pantai Pulo Sarok, memaksa lapak-lapak pondok peristirahatan pindah berulang kali, Rabu(8/8). (Ist)

PM, Singkil – Pantai Pulo Sarok Kecamatan Singkil dilanda abrasi sehingga memaksa para pedagang memindahkan pondok yang selama ini berjejer di bibir pantai.

Salah seorang pengusaha di kawasan tersebut, Samsul mengatakan abrasi sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

“Bahkan pondok-pondok tempat istirahat pengunjung yang berjejer ini sudah 4 kali dipindahkan,” katanya saat berbincang dengan wartawan, Rabu (8/8).

Abrasi terjadi akibat dorongan ombak yang kuat menerjang bibir pantai hingga terjadi kerusakan sampai jarak 16 meter.

“Jika tidak segera ditangani akan lebih parah lagi. Penahan ombak berupa goni yang diisi pasir itu pun ikut rusak,” ujar dia.

Namun tambahnya, sejauh ini keadaan sudah mulai stabil, karena abrasi sudah mulai terhenti.

“Namun bila kembali pasang besar, bila tidak cepat ditangani, abrasi akan terus berlanjut mengikis pantai dan mengancam pengusaha wahana dan pedagang warung-warung masyarakat kecil,” imbuh Samsul.

Ia pun bersama beberapa pengusaha warung-warung yang berada di sepanjang garis pantai Pulo Sarok sudah melaporkan masalah ini ke pihak pemerintahan dan anggota DPRK setempat.

“Semoga ada solusinya,” ungkap Samsul. []

Reporter: Putra

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh