Foto: Warga melihat kondisi longsoran tebing sungai yang terkena erosi akibat aliran air yang begitu deras, Rabu (8/8). (PM/Aidil Firmansyah)

PM, Meulaboh – Sepanjang kurang lebih 100 meter tebing sungai Krueng Woyla di Desa Blang Cot Rubek, Woyla Barat, Aceh Barat amblas akibat erosi yang kian meluas. Warga sekitar mulai khawatir amblasnya tebing sungai hingga mendekati jalan raya.

Aparatur Desa setempat, Anwar mengatakan, amblasnya tebing sungai tersebut sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu, namun hanya sedikit. Pinggiran sungai mulai terkikis kembali hingga menjatuhkan sebidang tanah yang ditumbuhi pohon bambu.

“Kemarin hanya sedikit yang longsor ke bawah, tapi kini semakin meluas, baru saja kemarin terjadi longsoran kembali, dan kita khawatir ini akan berakibat fatal nantinya,” katanya saat ditemui media, Rabu (8/8).

Menurutnya, terjadinya erosi tersebut akibat derasnya aliran air sungai Krung Woyla. Namun, aliran itu tanpa adanya penahan lain, sehingga sangat mudah mengikis daratan tepi sungai hingga menimbulkan longsor.

Di lokasi, tempat jatuhnya tebing sungai dengan jalan antar kecamatan sudah sangat dekat, sekitar 8 meter lagi. Bahkan tanah pinggiran lainnya sudah mulai retak dan dikhatirkan akan jatuh bila aliran air semakin deras disertai hujan.

“Dulu pernah dibuat dinding sungai dari beton untuk mengantisipasi hal ini, sekarang sudah rusak karena tak sanggup menahan aliran air, jadinya kita khawatirkan jalan utama kita ikutan longsor,” ungkapnya.

Anwar menuturkan, sebelum sungai Krung Woyla seluas sekarang, sudah pernah terjadi erosi hingga kebun pisang milik warga kini menjadi bagian dari sungai. Aliran air yang deras membuat tebing sungai sangat mudah untuk longsor.

“Jika tidak segera ditanggulangi akan berdampak fatal bagi warga, takutnya jalan ikut longsor, apalagi berdekatan dengan sawah warga, lama kelamaan jika tak dibuat tanggul nantinya warga juga yang rugi,” keluhnya. []

Reporter: Aidil Firmansyah

Komentar