PM, Aceh Singkil – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, sejak lima bulan terakhir tidak memiliki dokter. Akibatnya, pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kecamatan itu terganggu.

Hasan Basri, warga Danau Bungara kecamatan Kota Baharu, menyebutkan bahwa Puskesmas tersebut sudah lebih 5 bulan tidak ada dokter pasca ditinggal oleh Dr.Aldi Wardana.

“Tadi saya datang ke puskesmas untuk berobat kaki terluka, tapi Puskesmas tersebut masih belum memiliki dokter. Karena tidak ada dokter, saya lebih memilih pulang ke rumah dan berobat tradisional,” katanya kepada pikiranmerdeka.co Sabtu (14/4).

Kata dia, selama ini Puskesmas itu hanya diisi oleh perawat dan bidan. Kondisi ini, kata dia, sangat menyusahkan masyarakat yang ingin berobat. “Kalau berlarut larut tidak ada dokter, lebih baik Puskesmas itu ditutup saja, hanya menghabiskan ratusan juta anggaran,” ucapnya kesal.

Untuk itu, sambungnya, warga berharap pemerintah melalui Dinas terkait agar secepatnya mencarikan dokter pengganti yang bertugas di Kotabaharu, sehingga pelayanam kesehatan bagi masyarakat dapat ditangani.

“Selama ini petugas yang ada di Puskesmas tidak berani memberikan obat obatan saat diminta dengan alasan tidak sesuai dengan jabatan. Kita berharap ini segera diatasi,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas kesehatan Edy Widodo mengatakan, bahwa dalam waktu yang dekat akan berupaya menempatkan dokter di Puskesmas kota Baharu.

“Insya allah dalam waktu dekat segera kita tempatkan dokter ke Puskesmas kota Baharu, sehingga masyarakat tidak kesusahan berobat,” katanya.()

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh