b12e36ae 0d47 42b9 ad5a 25bb6898d5a5
Pj. Gubernur Aceh, Bustami, SE. M. Si didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Zulkifli, Kadis Pendidikan Aceh, Marthunis dan Kadisnaker Aceh, Akmil menerima Kunjungan Ms. Ina Lepel, Duta Besar Jerman dan Mr. Daniel Konsul Kehormatan Jerman diruang Rapat Gubernur Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Kamis (4/7/2024).

PM, Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Bustami, menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepes dan Konsul Kehormatan Jerman, Daniel, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (4/7/2024).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilaksanakan di Aceh, dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur Bustami menegaskan, Aceh aman dan terbuka untuk investasi.

Menurut Bustami, Aceh sangat membutuhkan investasi, karena bisa menjadi salah satu peluang yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

“Saya harap ada harapan baru bagi kami orang di ujung Indonesia, lebih cepat lebih baik, kami terbuka untuk kerja sama apapun, baik itu lingkungan, pendidikan, dan lainnya,” kata Bustami.

Bustami, menambahkan, Aceh merupakan daerah yang sangat cocok untuk berinvestasi, sebab memiliki potensi kekayaan sumber daya yang begitu besar. Selain itu, Aceh juga salah satu daerah paling aman di Indonesia, angka kriminalitasnya begitu rendah.

31f34e3f 5a54 464e 8436 f1aad19147cf

Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepes, mengaku, tertarik dengan Aceh. Ia pun sepakat jika Aceh merupakan daerah yang aman dan terbuka.

Dalam kesempatan tersebut Ina berdiskusi tentang berbagai peluang kerja sama yang dapat dijalin untuk pengembangan ekonomi Aceh, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, pendidikan vokasi hingga pariwisata.

Sejumlah Kepala SKPA terkait juga hadir langsung dalam pertemuan tersebut, untuk membahas ragam peluang kerja sama. Diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Marthunis, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen. []