Kakek pemilik tas yang dduga berisi bom meninggalkan Pendopo Bupati Aceh Utara, Selasa (15/5). (Pikiran merdeka | Waldi)
Kakek pemilik tas yang dduga berisi bom meninggalkan Pendopo Bupati Aceh Utara, Selasa (15/5). (Pikiran merdeka | Waldi)

PM, Lhokseumawe—Pendopo Bupati Aceh Utara dihebohkan dengan penemuan tas warna hitam yang di duga paket bom yang di letakan di pintu gerbang pendopo.

Pasalnya dari pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB tas warna hitam tersebut tidak diambil oleh pemiliknya, sehingga membuat petugas Satpol PP yang bertugas di Pendopo Bupati tersebut khawatir.

M Isa, salah seorang Petugas Satpol yang bertugas di Pendopo Bupati kepada Pikiran Merdeka, Selasa (15/5) mengatakan saat itu dia melihat tas berwarna hitam yang diletakan di depan pintu gerbang pendopo oleh seorang kakek, namun sekitar dua jam lebih kakek tersebut tidak kembali.

Ia kemudian melaporkan keberadaan tas berwarna hitam yang mencurigakan tersebut ke pihak keamanan. Tapi sebelum petugas keamanan tiba, kakek pemilik tas tersebut kembali ke pendopo, dan saat di tanya oleh petugas satpol PP kakek tersebut tidak menjawab, tapi marah-marah kepada anggota Satpol PP. “Saya takut terjadi hal-hal yang tidak-tidak maka saya melapor ke pihak keamanan,” kata M Isa.

Selang beberapa menit kemudian pihak keamanan dari Polres Kota Lhokseumawe langsung meluncur ke TKP namun bersamaan dengan itu, kakek yang mengaku mempunyai hubungan dengan Gubernur Aceh tersebut langsung mengambil tas berwarna hitam miliknya yang di letakan di pintu gerbang pendopo Bupati.

Saat di tanya pihak keamanan dari Polres Kota Lhokseumawe, dirinya mengaku punya hubungan dengan gubernur dan hendak ke Darussalam Banda Aceh dengan nada marah-marah. Karena pembicaraan kakek tersebut ngawur dan melihat kondisi ada keterbelakangan jiwa, kakek itu dibiarkan pergi.[wal]

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh