Sapi Bansos Peudada Berkembang Jadi 175 Ekor

pengelolaan sapi bireuen
Sapi Bansos Peudada Berkembang Jadi 175 Ekor

pengelolaan sapi bireuen

Bireuen—Sapi bantuan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) yang salurkan secara bergulir di Kecamatan Peudada, Bireuen, tahun 2006 dinilai berkembang. Dari awalnya 25 ekor tahun ini sudah mencapai 175 ekor.

Meningkatnya pengembangan tersebut mendapat sambutan positif dari staf Dirjen Bantuan Sosial, Mangara Simanjuntak MSi ketika meninjau lokasi peternakan di Desa Ara Bungong,  Peundada, didapingi Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman dan Kadinsosnakertrans M Akmal, Selasa (15/5).,

Pengelolaan sapi oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Tgk Meureuhom Chik di Desa Ara Bungong diawali tahun 2006, kelompok tersebut mendapat bantuan 25 ekor sapi dari Mensos RI yang dikelola melalui sistim bergulir.

“Sejak tahun 2006 KUBe ini hanya mengelola 25 ekor sapi, dari tahun ke tahun berkembang dan kini sudah memiliki sekitar 175 ekor sapi. Pengelolaan pun sudah meluas pada dua kelompok lain yakni KUBe Blang Awe dan KUBe Aneuk Gasien,” ujar Kadinsosnakertrans M Akmal MA.

KUBe bidang pengembangan sapi di Desa Ara Bungong, ujarnya, terdiri dari tiga KUBe masing-masing beranggotakan 10 orang.Selain pengelolaan oleh setiap anggota KUBe, lanjut dia, 17 sapi dari kelompok ini telah digulirkan kepada masyarakat dari non-anggota.

Staf Kemensos RI, Mangara Simanjuntak mengatakan kunjungan tersebut menindaklanjuti undangan Bupati Bireuen guna melihat langsung lokasi pengembangan sapi Bansos di Desa Ara Bungong, Peudada serta beberapa kegiatan KUBe dari sumber Bansos lainnya di kabupaten itu.

“Bila dilihat secara kasat mata pengembangan ternak sapi bantuan sosial yang kita saksikan hari ini adalah sebuah prestasi yang patut diberikan diapreasiasi. Saya akan sampaikan laporan hasil kunjungan ini kepada bapak Dirjen,” kata Mangara.

Dalam peninjauan itu, tambah Mangara, hanya melakukan verifikasi temuan di lapangan serta data-data yang diperkuat dari hasil musyawarah dengan para anggota kelompok usaha bersama, terutama tantangan dan hambatan yang harus ditanggulangi bersama-sama.

Bupati Bireuen Drs Nurdin Abdul Rahman menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan KUBe sektor ternak di Desa Ara Bungong yang menurutnya telah berkembang sangat dinamis, apalagi bantuan yang ada telah turut merambah warga peternak non anggota KUBe.

“Ini adalah sebuah prestasi yang lahir dari kuatnya kekompakan dan kebersamaan. Semoga keberhasilan ini menjadi contoh bagi semua petani dan peternak di daerah kita.

Keberhasilan ini, saya rasa pemerintah tidak keberatan untuk terus memberikan perhatian yang lebih bagi petani ternak di Kabupaten Bireuen,” imbuh Nurdin.

Kunjungan staf Kemensos RI di Ara Bungong juga dirangkai musyawarah/mufakat dengan 10 KUBe, termasuk tiga kelompok petani ternak sapi bansos dalam rangka membahas kemungkinan dikucurkannya. [jon]

1 Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. (Privacy Policy)

  1. hana yakin ke, nyo ken rap pemilu.abeh ku tuoh kiban akai awak sagonyan,jago olah ngen korupsi.maka jih le lolos.raja2 narkoba sang pih le inan.ci cek salah2 leumo pinjaman atau di penget wartawan,pulom asai na belanja, berita mantap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20240925 WA0004 660x330
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal, ZA, M. Si, didampingi Plh. Sekda Aceh, Azwardi AP, M.Si, foto bersama Ketua DPRA Zulfadhli dan Wakil Ketua DPRA Dalimi usai penandatanganan dokumen pengesahan APBA 2025 pada Rapat Paripurna di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Selasa, (24/9/2024). Foto: Biro Adpim

DPR dan Pemerintah Aceh Sahkan APBA 2025 Sebesar Rp 11,07 Triliun

Wagub: Undang-Undang Desa Harus Perkuat Sektor Pertanian
Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf saat menjadi pembicara pada Seminar Regional Lomba Karya Tulis di GOR AAC Unimal, Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa (23/2)

Wagub: Undang-Undang Desa Harus Perkuat Sektor Pertanian