Sri Mulyani. (Foto/Ist)

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan pesantren. Hal ini dibuktikan melalui pemberian Beasiswa Santri melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Kami juga terus meningkatkan kapasitas dan peranan dari para santri melalui investasi di bidang pendidikan. Di antaranya pemerintah telah membangun beasiswa LPDP khusus santri,” kata dia dalam webinar, Kamis (22/10/2020).

Bendahara negara mencatat, per 2019 lalu ada sebanyak 293 santri yang telah memanfaatkan program beasiswa yang disediakan pemerintah itu. Khususnya di jenjang pendidikan magister (S2) ataupun doktor (S3).

“Selain mereka belajar di universitas-universitas yang ada di Indonesia, mereka juga ada yang belajar Ke Australia, Inggris, Kanada, Belanda, Swedia, hingga Amerika Serikat,” jelas dia.

Maka dari itu, dia berharap adanya dukungan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah tersebut akan meningkatkan daya saing SDM yang ada di ruang lingkup pesantren. Menyusul banyak negara-negara berpendapatan menengah, seperti Indonesia masih dihadapkan pada persoalan rendahnya kompetensi SDM yang ada.

“Sebagai penutup yang solid diharapkan antar berbagai elemen santri dan pesantren dapat mewujudkan akselerasi perekonomian rakyat. Apalagi di tengah pandemi yang banyak memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat kita,” tambahnya.

Beasiswa dari Dana Abadi

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan pemberian Beasiswa Santri melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pemberian beasiswa ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui LPDP.

Sri Mulyani mengatakan, pemberian beasiswa bagi santri LPDP akan diambil dari dana abadi pendidikan sebesar Rp 55 triliun pada 2019. “Tahun depan Rp 55 triliun. Waktu kami sampaikan progres dari LPDP, kita mulai memikirkan ke depan kita membutuhkan SDM seperti apa,” ujarnya di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (12/10).

Menurutnya, alasan pemerintah memberikan beasiswa LPDP bagi santri dengan mempertimbangkan jumlah dan potensi santri untuk bersaing memperoleh pendidikan yang memadai di luar negeri.

“Ada 267 juta manusia, mayoritas adalah anak-anak generasi muda dan sebagian cukup besar sekolahnya adalah di pesantren dan santri. Itu adalah sangat penting untuk kemudian meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap dari teman Kementerian Agama ada program pendidikannya,” jelasnya.


Sumber: MERDEKA

Komentar