Singarimbun (kanan) warga cacat yang ditinggal mengungsi di zona bahaya erupsi Gunung Sinabung (Budi Satria/ANTV)

Singarimbun (kanan) warga cacat yang ditinggal mengungsi di zona bahaya erupsi Gunung Sinabung (Budi Satria/ANTV)
Singarimbun (kanan) warga cacat yang ditinggal mengungsi di zona bahaya erupsi Gunung Sinabung (Budi Satria/ANTV)

Medan – Seorang warga Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket yang mengalami cacat fisik ditinggal mengungsi oleh keluarga dan warga kampungnya. Warga di sekitar kampungnya mengungsi lantaran perintah pengosongan sejumlah desa yang masuk radius bahaya erupsi Gunung Sinabung.

Ditemui pada Minggu 9 Februari 2014, pria yang bernama Singarimbun itu kini terpaksa hidup sendiri di zona bahaya erupsi Gunung Sinabung. Ia menderita cacat bawaan sejak lahir dan tinggal di sebuah gubuk di kawasan hutan yang berada di Desa Kutambaru, Tiganderet.

Singarimbun seakan tak mengetahui bahaya yang mengancamnya. Sehari-hari, Singarimbun hanya menggantungkan hidupnya dengan bantuan orang lain. Beberapa warga atau keluarganya sering mengirimkan makanan ke biliknya sewaktu Gunung Sinabung belum erupsi.

Namun, belakangan setelah aktivitas erupsi Gunung Sinabung meninggi, Singarimbun mulai jarang mendapat kiriman makanan. Keluarga Singarimbun hanya sesekali mengirimkan makanan, itu pun jika aktivitas Gunung Sinabung menurun, sehingga warga berani kembali ke kampungnya.

“Kami berharap pemerintah segera mengevakuasi Singarimbun untuk mendapatkan perawatan,” kata Bahtera Pelawi, warga Tiganderket. [viva.co.id]

 

Komentar