PM, Aceh Utara—Forum Interaksi Mahasiswa (FIMA) Paya Bakong mengutuk aksi penganiayaan yang menewaskan Ketua DPC Partai Nasional Aceh (PNA) Kuta Makmur Aceh Utara, Juwainis. FIMA meminta polisi mengusut tuntas semua tindak kekerasan terkait Pemilu 2014.

“Ini tindakan yang tidak bermoral yang telah mencoreng nilai-nilai demokrasi di Aceh,” sebut Wakil Ketua FIMA Paya Bakong, Junaidi dalam pernyataan tertulis yang diterima pikiranmerdeka.com, Kamis(7/2/2014) malam.

Dia menyebutkan, pihaknya mendesak polisi untuk mengusut tuntas semua tindak kekerasan terkait Pemilu yang terjadi selama ini. “Kami mencatat dalam beberapa bulan terakhir ada belasan kasus yang berbau kekerasan antar lintas partai politik, baik itu pengoroyokan, teror-meneror ataupun pembakaran mobil Caleg. Yang terakhir ini sampai merenggut nyawa Ketua PNA Kuta Makmur,” paparnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Malikussaleh ini menambahkan, pihaknya melihat pihak kepolisian terkesan setengah hati dalam mengusut kasus-kasus tersebut. “Bahkan terkesan ada pembiaran, maka dari itu kami mendesak kepolisian mengusut semua kasus di Aceh sampai setuntas-tuntasnya. Sebab, tindakan kekerasan terkait Pemilu ini telah memperkeruh situasi Aceh yang sedang menghirup aroma perdamaian,” kata Junaidi.

FIMA juga mengimbau kepada seluruh stecholder di Aceh untuk menciptakan kondisi harmonis dan saling menjaga serta menghormati sesama warga Aceh. “Perdamaian yang sudah tercipta di Aceh adalah tugas kita semua untuk menjaganya. Masyarakat Aceh sudah lelah dengan kekerasan,” tandasnya.(Rel)

 

 

Komentar