Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat Sertijab Danlanud. (Humas)

PM, Aceh Besar – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta Tentara Nasional Indonesia membangun fasilitas penunjang aktifitas prajurit dan masyarakat di pulau-pulau terluar. Dengan demikian, soliditas dan kerjasama antara-masyarakat dan TNI semakin terjalin dengan baik.

“Saya mohon bantuan TNI-Polri untuk mengetuk hati pihak berwenang di tingkat nasional untuk memerhatikan pulau-pulau terluar,” kata Nova saat lepas sambut Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda di Lanud SIM Blang Bintang, Kamis (10/1/).

Nova mengatakan, fasilitas di pulau terluar seperti di Pulau Rondo Sabang sangat minim. Dengan pembangunan infrastruktur, paling tidak nelayan khususnya dari Sabang bisa merapat. Jika memungkinkan bahkan pemerintah bisa membangun pemukiman warga. Apalagi, ujar Nova, letak geografis Aceh sangat strategis dan sudah pasti sangat membutuhkan penjagaan dan pemantauan intensif agar tidak ada yang berani mengusik kedaulatan Indonesia.

Danlanud SIM sebelumnya dijabat Kolonel NAV Idrastanto Setiawan. Kini matra udara TNI di Aceh tersebut akan dipimpin oleh Kolonel PNB Hendro Arief Herianto. Nova Iriansyah menyebutkan, TNI AU di bawah pimpinan Idrastanto sudah menjalankan tugas dengan baik. Dapat dilihat dari kkunjunga VVIP presiden, kunjungan VIP, hingga penerimaan tamu penting di bandara SIM zero insiden.

“Saya yakin bapak Hendro akan meneruskannya,” kata Nova.

Idrastanto Setiawan dalam sambutannya, mengatakan selama ia menjabat yaitu satu tahun, ia merasakan sinergitas yang sangat baik antar TNI-POLRI dan pemerintah Aceh. “Sinergitas di Aceh luar biasa. Saya merasa semangat kekeluargaan dan soliditas TNI Polri dan pemerintah sangat luar biasa,” kata Idrastanto.

Ia juga menyebutkan, sinergitas tersebut menjadi modal pembangunan untuk menuju Aceh hebat dalam menjawab tantangan yang ada. Dukungan pemerintah, ujarnya, menjadikan TNI AU lebih siap dan maksimal dalam memberikan dukungan operasi, khususnya operasi pesawat tempur dalam menjaga wilayah udara khususnya di Aceh. Ke depan, kata dia, TNI akan terus menguatkan aalutsista dan dengan bantuan pemerintah Aceh, Lanud SIM semakin siap menjadi Lanud Tipe A.

“Potensi kedirgantaraan di Aceh sungguh luar biasa. Beberapa waktu lalu, tim ahli Kementerian Pertahanan telah melakukan survei untuk melihat lokasi alternatif untuk pemindahan industri pertahanan,” kata dia.

Menurutnya, Aceh sangat cocok melihat panjang landasan yang mencapai 3.000 meter, airnav, asvec dan pertamina yang dilaporkan cukup siap. Traffic udara di Aceh dilaporkan juga cukup minim.

“Untuk pemindahan industri pertahanan ke Aceh, hanya perlu pembangunan hanggar saja,” kata Idrastanto.

Sementara Hendro Arief Herianto, meminta dukungan semua pihak selama bertugas di Aceh. Ia berharap bisa meneruskan kebijakan yang telah dimulai oleh Idrastanto dan berbuat untuk kemajuan Aceh dan Lanud SIM menjadi lebih baik. [*]

 

Komentar

AdvertisementIklan PNA pilih Shaifuddin dapil 3 Bireuen