Tak terasa, even lima tahunan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) berada di depan mata. Acara tersebut tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 5-15 Agustus di kota Banda Aceh.

Sebagai sebuah perhelatan budaya terbesar di Aceh, PKA-7 mengangkat tema ‘Revitalisasi Budaya Aceh yang Islami’. Tema ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang turut mempengaruhi unsur-unsur kebudayaan daerah hingga terjadinya perubahan dalam masyarakat Aceh. Bahkan, perkembangan ini bisa menggeser nilai dari keaslian budaya itu sendiri.

Ist

Karena itu, ikhtiar melestarikan dan menguatkan kembali unsur-unsur kebudayaan Aceh, menjadikan tema ini demikian penting. Karena kebudayaan Aceh sangat identik dengan nilai-nilai agama (religi), dimana Islam telah memberikan pengaruh dalam perjalanan dan perkembangan yang tak ternilai bagi peradaban Aceh sejak masa lampau hingga saat ini.

Ist

Sebagaimana Pekan Kebudayaan Aceh yang sebelumnya, pelaksanaan PKA kali ini akan kembali mengangkat seluruh khazanah kebudayaan masyarakat dari berbagai etnis yang ada di Aceh, baik itu dalam bentuk adat istiadat, seni-budaya, khazanah peninggalan sejarah Aceh, hingga berbagai produk kerajinan dari berbagai daerah. Semua ini bertujuan agar masyarakat dan generasi muda Aceh dapat mengetahui kekayaan dan keaslian budayanya sendiri.

PKA-7 dikemas dengan tujuh rangkaian kegiatan utama. Acara dimulai dengan pawai budaya diikuti oleh peserta dari 23 kabupaten/kota yang dipusatkan di lapangan Balang Padang, pada 6 Agustus 2018. Malam harinya, PKA-7 akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Ist

Pada tanggal 7 Agustus akan dihelat rangkaian eksebisi berupa pameran kebudayaan, sejarah, kuliner, produk kreatif, dan bisnis kepariwisataan. Acara ini tersebar di berbagai lokasi, mulai dari pusat di Taman Ratu Safiatuddin hingga ke sejumlah museum yang ada di Aceh, seperti Museum Aceh, Museum Tsunami, Taman Gunongan, Kerkoft, dan Museum Ali Hasjmy. Sementara untuk pameran dan pasar rakyat akan dipusatkan di lapangan Blang Padang dan Taman Ratu Safiatuddin.

Selain itu, PKA akan menampilkan Festival Seni Budaya serta Lomba Atraksi Budaya, yang keduanya bertujuan untuk memperkenalkan ragam adat-istiadat, seni, dan budaya Aceh. Pagelaran yang masih dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin dan Lapangan Blang Padang ini akan menyajikan tari dan musik tradisi, seni tutur, pentas hiburan rakyat dan layar tancap.

Untuk pagelaran seni budaya, PKA-7 juga mengadakan Festival Krueng Aceh. Acara tersebut dipusatkan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh, pada 13-14 Agustus. Lalu ada juga SUWA PKA-7 yang menampilkan lomba pertunjukan seni anak dan remaja yang berlokasi di Taman Sari.

Aneka Lomba dan Anugerah Budaya

Ragam perlombaan di PKA-7 dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu lomba masakan tradisional Aceh, lomba prosesi adat, permainan rakyat dan lomba seni.

Untuk prosesi adat, yang akan diperlombakan yakni lomba Suson Ranup, lomba Boh Gaca, lomba prosesi adat perkawinan, lomba Peudame Ureung, lomba Peuayon Aneuk, dan peragaan busana adat.

Menariknya, sejumlah permainan rakyat yang telah ada di Aceh sejak masa lampau, turut diperlombakan di PKA-7. Di antaranya lomba Catoe Aceh, lomba Geunteut (engrang), Poh Gaseng, Kayoh Jalo, dan kerajinan anyaman tangan.

Sementara di ranah kesenian, sejumlah lomba diadakan antara lain Dalail Khairat, Zikir Maulid, Meureukon, lomba Seudati Tunang, musik garapan, sendra tari, lomba puisi dan melukis. Sebagian besar pagelaran seni ini dipusatkan di dua lokasi, Taman Sari dan Taman Budaya Aceh sejak tanggal 7-14 Agustus.

Jangan lewatkan juga Seminar Kebudayaan dan Kemaritiman di gedung Sultan Selim II, 13-14 Agustus mendatang. Acara ini mengambil tema ‘Tantangan dan Strategi Pengembangan Kebudayaan Kemaritiman di Aceh’. Ada beberapa topik terkait tema ini, seperti potensi kemaritiman Aceh dan strategi pengembangannya, wisata halal, kearifan lokal serta pengembangan bahasa etnis.

PKA-7 juga menggelar Anugerah Budaya sebagai apresiasi bagi masyarakat Aceh yang telah berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan daerahnya. Di acara penganugerahan yang bertempat di Meuligo Wali Nanggroe pada 13 Agustus nanti, sejumlah masyarakat akan diberi penghargaan, yakni Anugerah Budaya Meukuta Alam, Anugerah Budaya Tajuk Alam, Anugerah Perkasa Alam, Sri Alam serta Anugerah Budaya Syah Alam.

Seluruh rangkaian acara PKA-7 akan diakhiri dengan penutupan PKA-7 secara resmi di tanggal 15 Agustus pukul 20.30 WIB di Taman Ratu Safiatuddin. [Adv]

Komentar