Ilustrasi/KOMPAS

Jakarta – Tren penggunaan sepeda sejak masa pandemi Covid-19 meningkat. Bahkan, permintaan sepeda di Indonesia meningkat 1.000 persen.

“Permintaan sepeda di Indonesia meningkat hingga 1000 persen,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi, saat Pekan Sepeda Nasional 2020, Jakarta, Sabtu lalu (17/10/2020).

Peningkatan permintaan sepeda di beberapa negara juga mengalami peningkatan. Di Amerika, sejak Maret-Juni 2020 meningkat 40 persen. Di Inggris, penggunaan sepeda pribadi meningkat 33 persen. Sementara, penggunaan sepeda sewa (bike sharing) naik 12 persen.

Berbagai data ini menunjukkan sepeda saat ini menjadi alternatif pilihan transportasi di masa pandemi. Sepeda kini menjadi pilihan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari maupun menjaga kesehatan dengan berolahraga.

Momentum ini pun dimanfaatkan pemerintah untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan bermotor.

“Sekarang ini masyarakat kita ada ketergantungan dengan sepeda, makanya kita pakai untuk menghilangkan ketergantungan pada kendaraan bermotor,” kata dia.

Sebab, sepeda bukan hanya sebagai alat transportasi, melainkan juga sebagai penggerak ekonomi. “Sekarang ini sepeda bukan kebutuhan sehari-hari, ini bisa jadi penggerak ekonomi. Banyak masyarakat yang jualan pakai sepeda juga,” kata Budi.

Maka dari itu, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan perlindungan kepada pesepeda di jalan sebagaimana telah dilakukan di berbagai negara.

“Momentum ini kami tangkap untuk dengan mengeluarkan aturan ini. Semangatnya ini kita melakukan hal yang sama dengan negara lain,” kata dia.


Sumber: MERDEKA

Komentar