PM, Banda Aceh – Panglima Laot Aceh meminta pemerintah Aceh dan Pemerintah pusat untuk mengadvokasi 40 nelayan asal Aceh yang ditangkap dan diamankan oleh otoritas India, karena memasuki wilayah Perairan Andaman, India.

“Panglima Laot Aceh akan mengadvokasi para nelayan kita yang ditangkap di India,” kata Wakil Sekjen Panglima Laut Aceh, Miftachhuddin Cut Adek, Rabu (1/11) saat dihubungi pikiranmerdeka.co.

Baca: Terseret Arus ke Perairan India, 40 Nelayan Asal Aceh Ditahan

Miftachhuddin menyebutkan, Panglima Laot Aceh telah melaporkan penangkapan terhadap 40 nelayan Aceh oleh otoritas India ke pemerintah Aceh dan pemerintah pusat melaui Kementerian Kelautan dan Kemeterian Luar Negeri.

“Intinya kita juga meminta kepada pemerintah untuk membantu mengadvokasi mereka (nelayan Aceh) agar bisa dipulangkan,” tambahnya.

Sejauh ini, sambung dia, pihaknya belum berhasil melakukan komunikasi dengan 40 nelayan yang kini diamankan di India. “Belum ada komunikasi dan sedang kita jajaki,” pungkasnya.

Sebanyak 40 nelayan asal Aceh yang melaut dari Lampulo, Banda Aceh, ditangkap dan diamankan oleh otoritas India, karena memasuki wilayah Perairan Andaman, India. Mereka diamankan setempat setelah kapal yang mereka tumpangi terbawa arus sehingga keluar dari wilayah Indonesia. Saat melaut, mereka menggunkan satu kapal berukuran 120 GT.()

Komentar