kasus bom spbe
Polres Lhokseumawe dan Kanit Pidum sedang memperlihatkan Bom Molotov rakitan di ruang kasat Reskrim, Jumat (18/5). Bom molotov itu ditemukan dari lokasi SPBE Lhokseumawe yang diduga dilempar pelakul bernama Liaisal hendri, 30, warga Desa Cot Girek, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. (Pikiran Merdeka/Feri Fernandes)
kasus bom spbe
Polres Lhokseumawe dan Kanit Pidum sedang memperlihatkan Bom Molotov rakitan di ruang kasat Reskrim, Jumat (18/5). Bom molotov itu ditemukan dari lokasi SPBE Lhokseumawe yang diduga dilempar pelakul bernama Liaisal hendri, 30, warga Desa Cot Girek, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. (Pikiran Merdeka/Feri Fernandes)

Lhokseumawe—im Reserse Polres Lhokseumawe membekuk pelempar bom molotov di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Lhokseumawe pada Senin 14 Mei malam. Pelaku bernama Laisal Hendri,30, merupakan bekas Satpam SPBE yang telah dipecat.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Galih Indra Giri kepada wartawan, Jumat (18/5/) mengatakan pelaku dibekuk pihaknya saat berada di rumah kakak iparnya di Jalan Koperasi Desa Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis (17/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Pelaku kita bekuk dari informasi sejumlah saksi di lokasi kejadian dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Identivikasi. Setelah kita lakukan pengembangan, akhirnya dalam waktu tiga hari pelaku bisa kita tangkap,” kata Galih.

Galih menambahakan pelaku bernama Laisal Hendri berusia 30 tahun,  warga Desa Cot Girek Kandang, Kecamtan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Pelaku mengakui telah melakukan pelemparan bom molotov itu dan tidak ada motif politik, melainkan karena pelaku tidak menerima pemberhentian kerjanya sebagai Satpam SPBE oleh pimpinan perusahaan SPBE.

“Pelaku mengaku apa yang perbuatnya itu sebagai bentuk peringatan kepada pihak manajemen yang telah memberhentikannya sebagai satpam,” kata Galih.

Dari konfirmasi pihaknya dengan pimpinan SPBE, lanjut Galih, Laisal Hendri dipecata sebagai satpam di sana karena pelaku sebelumnya terlibat kasus pemcurian sejumlah tabung gas milik SPBE. Aklibat dari perbuatan nya, pelaku akan dijerat dengan pasal 335 tentang perbuatan yang tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman 2 tahun.

Sementara itu kepada wartawan Laisal Hendri mengatakan aksinya itu dilakukannya tanpa ada tekanan atau paskaan dari orang lain, tetapi murni inisitaif sendiri.

“Perbuatan itu saya lakukan karena saya tidak terima di pecat, saya harus kehilangan mata pencarian rezeki di saat istri saya mau melahirkan anak kedua,” ungkap Laisal.

Menurut Laisal, bom molotov itu ia rakit di simpang jalan Lenpipa, Kecamatan Muara Dua dengan dua buah botol kecap yang berisikan bensin dan minyak tanah serta sumbu kompor.

“Bom molotov itu sengaja saya lempar di sekitar kumpulan tabung gas yang sudah kedaluarsa. Kalau saya lempar ke sekitar tabung gas aktif, maka dapat membahayakan orang banyak,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 19.10 WIB, Senin (14/5) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji atau SPBE di Desa Cot Girek, Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe,  dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Namun demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.[cff]

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA