Warga Geumpang Selamatkan Anak Gajah Terluka

Warga Geumpang Selamatkan Anak Gajah Terluka
Warga Geumpang Selamatkan Anak Gajah Terluka

PM, Pidie – Satu ekor anak gajah yang menderita luka di pergelangan kaki, Rabu (2/5), berhasil diselamatkan oleh warga Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie.

Sebelum dilakukan proses penyelamatan terhadap satwa lindung tersebut, anak gajah itu diketahui sudah tiga hari berkeliaran di pinggir pergunungan Gampong Pucok, dengan kaki kiri yang mengalami luka serius.

Salah satu warga Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Samsuar kepada PIKIRANMERDEKA.CO, Rabu (2/5) mengatakan, anak gajah tersebut diselamatkan oleh warga pada pukul 10:00 wib, karena melihat kondisinya kakinya yang terluka.

Katanya, sekira tiga hari yang lalu, penduduk Gampong Pucuk sudah melihat anak gajah tersebut berkeliaran di permukiman warga dengan luka di pergelangan kaki kiri.

Namun, saat itu warga belum berani memberikan pertolongan, dikarenakan takut ada induknya di lokasi.

“Namun setelah dilihat-lihat, sudah tiga hari lamanya anak gajah itu masih berada di pinggir gunung Gampong Pucok tanpa ditemani induknya. Sehingga membuat warga tadi pagi langsung berinisiatif untuk menyelamatkan anak gajah tersebut,” ujarnya.

Samsuar mengatakan, setelah berhasil dievakuasi, anak satwa lindung itu saat ini berada di Gampong Pucok, guna mendapat pertolongan sementara, sebelum dirawat oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, yang sedang menuju ke lokasi tersebut.()

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

1000628163
Penandatanganan kerja sama perguruan tinggi Aceh dengan Kazan State Power Engineering University (KSPEU), yang merupakan universitas milik Republik Tatarstan, Negara Bagian dari Federasi Rusia. [Foto: Istimewa]

Disaksikan Wali Nanggroe, Aceh-KSPEU Kazan Tanda Tangan MoU

Enam Nelayan Aceh Masih Ditahan di Malaysia dan Myanmar
Sejumlah nelayan Aceh mengenakan topi putih yang sempat ditahan di luar negeri karena terlibat ilegal fisihing tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (30/1/2019). (Antara Aceh/Ampelsa.)

Enam Nelayan Aceh Masih Ditahan di Malaysia dan Myanmar