IMG 20210222 123547
Dok. Petugas pemadam kebakaran bersama warga berusaha memadamkan api yang membakar sejumlah rumah di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, 20 Februari 2021. (Foto/BPBA)

PM, Banda Aceh – Memasuki musim kemarau, warga Kota Banda Aceh diminta untuk waspada terhadap potensi bencana kebakaran. Terlebih, saat ini kawasan Banda Aceh dan sekitarnya tengah dilanda kemarau disertai angin kencang.

“Oleh sebab itu, saya minta warga kota agar lebih waspada karena di saat seperti ini risiko kebakaran cenderung meningkat,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Minggu (21/2/2021).

Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan terlebih di dekat ilalang kering. Untuk sampah, kata Aminullah, warga tak perlu membakarnya karena armada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh akan mengangkutnya setiap hari sesuai jadwal.

Selain itu, warga juga perlu mengecek jaringan kelistrikan di rumahnya masing-masing secara berkala.

“Jika telah usang perlu segera diganti untuk menghindari terjadinya korsleting listrik. Dan jika mati lampu, pastikan lilin atau alat penerang lain terpasang di tempat yang aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak,” kata Aminullah.

Demikian juga pemeriksaan kompor, selang, dan tabung gas di dapur rumah juga penting dilakukan rutin. Semuanya perlu dipastikan dalam kondisi baik, dan tidak tercium bau gas yang diakibatkan oleh kebocoran.

“Jika ada masalah segera hubungi teknisinya kalau kita tak ahli. Buat ibu-ibu, jangan lupa mematikan api kompor setiap selesai memasak,” kata Aminullah.

Aminullah juga menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk menggalakkan lagi pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran bagi masyarakat.

“Minimal warga kita tahu cara memadamkan api dengan perlengkapan yang ada di rumah seperti handuk atau goni basah, cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta teknik memadamkan api akibat kebocoran selang tabung gas,” katanya.

Ia turut mendorong penyediaan (APAR) di setiap rumah penduduk, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan tempat publik lainnya.

“Taruh di tempat yang mudah terjangkau, dan kita harus bisa menggunakannya. APAR ini lebih ‘mahal’ dari rumah saat terjadi kebakaran,” kata Aminullah.

Di luar semua upaya antisipasi tersebut, jikalau terjadi kebakaran, ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak berpikir menyelamatkan harta benda terlebih dahulu.

“Tapi yang paling utama, amankan diri dan keluarga, lalu segera hubungi petugas pemadam kebakaran di nomor telepon 0651-113. Segera hubungi 0651-113 jika terjadi kebakaran,” ujarnya. (*)

Komentar