1602864579 twitter covid 19
Ilustrasi informasi Covid-19 di Twitter. (BBC)

Twitter kini telah merilis peraturan ketat yang akan menghukum berbagai tingkat misinformasi yang mungkin dijajakan di platform media sosial itu. Salah satunya misinformasi mengenai vaksin untuk melawan pandemi Covid-19.

Dikutip, Gizmochina, Selasa, 2 Maret 2021, Twitter akan memasukkan label baru ke dalam garis waktu pengguna, yang juga akan muncul setiap kali pengguna akan me-retweet konten yang menyesatkan. Sistem label hanyalah langkah lain dari perusahaan untuk lebih responsif dan tegas dalam menangani informasi palsu dan menyesatkan yang mungkin dijajakan penggunanya.

Memanfaatkan informasi publik yang otentik, tweet informasi yang salah akan menarik pemberitahuan bersama dengan peringatan bahwa konten mungkin menyesatkan.  Sistem akan dimoderasi oleh manusia dan bukan sistem otomatis.

Namun, sistem pelabelan yang dimulai pada Selasa, akan memberikan data pelatihan untuk kecerdasan buatan (AI) yang diharapkan dapat mempelajari prosesnya dan digunakan untuk menjalankan sistem itu. Sistem baru akan tersedia dalam bahasa Inggris dan selanjutnya akan diperluas ke bahasa lain.

Sistem pelabelan misinformasi juga dilengkapi dengan sistem pemberian sanksi melalui teguran bagi pelanggar peraturan. Sistem teguran dibuat sedemikian rupa, sehingga pengguna dengan dua atau tiga teguran akunnya bisa dikunci selama 12 jam.

Dengan empat pelanggaran, mereka bisa kehilangan akses akun selama satu minggu, dengan penangguhan permanen setelah lima teguran.

Media sosial besutan Jack Dorsey ini akan terus mengubah dan menjaga kesucian platform dengan toleransi nol terhadap kesalahan informasi, dan berharap langkah baru ini selanjutnya akan membantu membentuk perilaku yang tepat di platformnya.

Sumber: TEMPO

Komentar