ilustrasi petani pixabay
Ilustrasi petani. (Pixabay)

Dengan jumlah populasi penduduk mencapai 270,20 juta jiwa di Indonesia saat ini, persoalan ketahanan pangan tentunya menjadi topik yang senantiasa dibahas guna mencari solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduknya.

M Hadi Nainggolan, Founder Gerakan #TaniMillenial yang juga merupakan CEO Daun Agro memberikan gagasan tentang Tani Millenial yang diyakini dapat menjadi solusi bagi ketahanan pangan di Indonesia.

“Millenial Indonesia harus diajak terlibat aktif dalam membangun ketahanan pangan bangsa,” tutur Hadi.

Dikutip dari Hasil Sensus Penduduk 2020, populasi generasi milenial mencapai 69,38 juta jiwa penduduk atau sebesar 25,87 persen.

Kata Hadi, dengan jumlah populasi yang besar terhadap komunitas ataupun klaster dari kaum milenial yang ada saat ini, tentu negara bisa mendorong mereka ikut mengambil bagian di sektor pertanian.

“Tentu ini membutuhkan suatu terobosan ataupun pemikiran-pemikiran baru agar anak-anak milenial tergugah dan mau terjun ke sektor pertanian dengan memberikan berbagai insentif yang menarik baik dari pemerintah maupun swasta. Ini bisa menjadi solusi ketika populasi milenial yang begitu besar di Indonesia bisa kita arahkan kekuatannya, kita arahkan potensinya untuk mau bertani,” kata dia.

Selain itu, Hadi Nainggolan juga meminta pemerintah khususnya otoritas yang berkaitan dengan pangan ini bisa melakukan terobosan dan inovasi baru.

Caranya dengan melakukan edukasi dan ajakan-ajakan yang tentunya menarik bagi kaum milenial untuk mau turut serta bertani. Karena pertanian di Indonesia masih sangat potensial, dengan ini jutaan lahan yang belum tergarap optimal.

“Jika ini kita bisa dilaksanakan secara optimal, tentu kita bisa gerakkan sektor ini menjadi sesuatu yang sangat masif, dan saya percaya kita bisa menaikkan produktivitas hingga tiga sampai lima kali lipat dari kondisi yang ada saat ini. Untuk itu tani millenial harus jadi solusi untuk ketahanan pangan Indonesia,” tutup Hadi.

Sumber: Detik

Komentar