Ilustrasi

PM, Blangpidie – Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali merajalela di Bumoe Breuh Sigupai. Kali ini perlakuan biadab itu dilakoni oleh suami dari guru mengaji di salah satu Desa di Kabupaten Aceh Barat Daya terhadap tujuh santri yang masih di bawah umur.

Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten setempat, Yenny S. Pd, mengatakan, kejadian itu bermula saat para murid merasa haus dan turun minum di bagian dapur rumah tempat mereka mengaji.

“Mereka turun satu persatu untuk minum di bagian dapur rumah, dan ternyata pelaku berinisial SA sudah ada di sana,” ungkap Yenny kepda wartawan, Sabtu (28/7).

Setelah pelaku mencabuli anak-anak tersebut, sambung Yenny, korban sempat diancam agar tidak menceritakan atau membeberkan kejadian itu kepada pihak manapun.

“Para murid sempat menolak untuk tidak mengaji lagi disana. Namun pikir orang tua mereka, penolakan itu bagian dari alasan (malas) mereka semata,” sebut Yenny.

Namun tak lama perbuatan bejat tersebut akhirnya dibongkar usai laporan dari orang tua korban. Pelaku langsung diringkus kepolisian Polres Abdya.

“Sudah ditangkap tadi malam, Jumat (27/7). Nanti data lengkapnya akan kita berikan di kantor,” ucap Kasat Reskrim Polres Abdya, Zulfikriadi kepada pikiranmerdeka.co.

Sementara itu, P2TP2A juga menyampaikan ketujuh korban sejak Jumat malam (27/7) sudah diberi konseling, pendataan dan sejumlah hal lainnya.

“Selain dilakukan konseling dan pendataan, kita juga sudah dilakukan pendampingan visum terhadap ketujuh korban pada malam itu juga,” tuturnya.

Terakhir Yenny mengimbau kepada seluruh masyarakat Abdya, terutama kepada kaum orang tua agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan memberi perhatian lebih dan peka terhadap anak-anak mereka.

“Kita berharap kepada orang tua, terutama kaum ibu, untuk terus memberikan perhatian khusus, peka terhadap kondisi anak, dan terus memantau kesehariannya dimanapun ia berada,” kata Yenny. []

Reporter: Armiya

Komentar