20231115 150750
Kolase foto Ketua Gerindra Aceh Fadhlullah alias Dek Fad dan Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

PM, Banda Aceh – Pernyataan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, yang merujuk pada kisruh DPRA-Pemerintah Aceh, dan menyeret nama calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, mendapat kecaman keras dari Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah SE.

Diketahui, MTA merespons surat DPRA ke Forum Bersama (Forbes) anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh yang dikirim pada Kamis (9/11/2023). Dalam surat tersebut, DPRA meminta Forbes melakukan koordinasi dengan Presiden untuk meninjau kembali penempatan Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh.

MTA dalam pernyataannya menyebut bahwa surat DPRA ke Forbes digunakan sebagai alat lobi kepada Prabowo-Gibran untuk mempengaruhi Presiden Jokowi dalam penunjukan calon Pj Gubernur Aceh baru dengan memanfaatkan isu anggaran.

“Surat itu dijadikan alat lobi kepada Pak Prabowo-Gibran untuk yakinkan Presiden dengan asumsi akan disahuti karena Gibran cawapresnya Prabowo. Ini memang sudah sangat politis,” ujar MTA, Selasa (14/11/).

Iklan Duka Cita Thanthawi Ishak dari BPKA Dan SAMSAT

Baca: DPRA Surati Forbes DPR-DPD RI, Minta Evaluasi Pj Gubernur

Menyikapi pernyataan MTA, Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah SE atau Dek Fad, menyayangkan penggunaan nama Prabowo-Gibran dalam kisruh ini dan menduga pernyataan MTA atas perintah Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki.

Dalam keterangannya yang diterima Pikiran Merdeka, Dek Fad mempertanyakan alasan Pj Gubernur melalui Jubir MTA menyebut dan menyeret pasangan calon Prabowo-Gibran dalam permasalahan konflik antara DPRA dan Pemerintah Aceh.

“Apa permasalahan dengan Gibran, sehingga namanya disebut-sebut. Sedangkan Gibran tidak tahu permasalahan apa-apa disini,” tegas Dek Fad.

Baca: Achmad Marzuki Mangkir Sidang Tiga Kali, APBA 2024 Terancam Molor

Menurut dia, selama Pj Gubernur Aceh dijabat oleh Achmad Marzuki, dia tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua partai dan anggota DPRA. Karena itu, kata Dek Fad, DPRA sangat wajar menyurati Forbes, yang menjadi wakil rakyat Aceh tertinggi yang berada di Jakarta.

Lebih lanjut ia menegaskan, permintaan tersebut sangat wajar. Namun ia mengingatkan MTA agar tidak membawa-bawa nama Gibran dalam hal ini. Meskipun putra sulung Presiden Jokowi itu akan berpasangan dengan Prabowo dalam Pilpres 2024 mendatang.

Dek Fad menegaskan bahwa penyeretan nama Gibran dalam konflik DPRA dan Pemerintah Aceh tidak beralasan dan meminta Pemerintah Aceh untuk segera bertanggung jawab atas hal tersebut.

Baca: Ketua DPR Aceh Desak Presiden Copot Pj Gubernur Achmad Marzuki

Komentar