Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, saat bertemu dua bocah penderita lumpuh di Dusun Nicah, Gampong Alue Buloh Sa, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Jumat (22/9), petang. [Pikiran Merdeka/IST]

PM, ACEH TIMUR – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, akrab disapa Haji Uma, tak kuasa membendung air matanya saat bertemu dua bocah penderita lumpuh di Dusun Nicah, Gampong Alue Buloh Sa, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Jumat (22/9), petang kemarin.

Dua bocah itu adalah Jasril Muna (15) dan adikanya, Muhammad Danil (8). Awalnya, kedatangan Haji Uma bersama rombongan hanya untuk membantu kursi roda. Tetapi hatinya luluh ketika tiba di sana.

“Tempat mereka harus diterangi cahaya listrik, dan dinding rumah mereka juga harus dibangun agar mereka tidak tidak tinggal di rumah yang hanya berdinding alam yang dingin,” bebernya.

Rombongan bertahan di sana sejak dari petang hingga hari mulai gelap. Itu sebabnya, Haji Uma malam itu memutuskan untuk membantu biaya penyambungan aliran listrik dan juga merehab rumah mereka.

Rumah keluarga miskin ini sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga setempat, dan tempat itu belum seutuhnya selesai.

Di sela-sela pertemuan ini, keluarga sang bocah bercerita banyak kepada Haji Uma, salah satunya tentang kondisi kesehatann JAsril.

Menurut mereka, Jasril mulai menderita lumpuh sejak usianya 4 tahun. Sementara adiknya, Muhammad Danil lumpuh sejak umurnya 5 tahun.

Orangtua mereka, Husaini dan Nurhadi juga dihantui rasa takut terhadap kesehatan Muhammad Muhar, adik Danil yang kini berusia 6 tahun. Gejala lumpuh, kata keluarga itu, sudah mulai terlihat pada Muhar.

Dari cara Muhar berjalan, mereka khawatir, bocah tersebut juga akan bernasib sama dengan abang-abangnya.

Di lain sisi, Husaini, ayah bocah malang ini juga harus meninggalkan mereka untuk mencari nafkah hingga ke Aceh Jaya. Sementara sang bocah, tinggal bersama sang ibu dan neneknya.

“Kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan, anak itu masih kecil dan menderita lumpuh, ayahnya harus pergi mengais rezeki ke daerah lain. Tempat tinggal mereka juga tidak layak ditempati lagi,” demikian Haji Uma. []

Komentar