PM, Aceh Timur – Proyek pembangunan jembatan Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, dengan pagu anggaran Rp 4 milyar, belum bisa dinikmati masyarakat setempat.

Hasil penelusuran media ini di lokasi pembangunan, proyek yang bersumber dari dana Otsus 2017 ini hanya terlihat pemasangan tiang pancang sejumlah 36 batang serta pemasangan batu bronjong.

Terkait: Diduga Tak Sesuai Perencanaan, Proyek Jembatan Senilai Rp 4 Milyar Terbengkalai

Proyek ini dikerjakan oleh PT. Sepakat Jaya Nusantara. Pembangunan proyek ini merusak jembatan lama yang dibangun menggunakan dana PNPM.

Saat ini, jembatan itu dijadikan jembatan darurat oleh rekanan. Parahnya lagi, kondisi jembatan darurat tersebut juga sudah memprihatinkan.

Geuchik desa Kuala Parek Syahrial kepada media ini mengatakan, pihaknya sangat berharap agar pembangunan jembatan tersebut dilanjutkan. Sehingga, bisa dimamfaatkan oleh warga di dua desa.

“Kami sangat berharap jembatan tersebut dilanjutkan pembangunannya, jangan terbengkalai begini. Karna jembatan tersebut menghubungkan dua desa,” ujarnya.

Sementara itu, rekanan proyek jembatan tersebut Sulaiman, kepada media ini mengatakan pihaknya telah merampungkan 100 persen pekerjaan proyek dimaksud.

“Hanya sampai disitu dan sudah selesai 100 persen. Namun baru dibayar 86 persen karena keterlambatan pengerjaan. Bahkan BPK sudah melakukan audit,” ujar pria akrab disapa Toke Leman.

Lebih lanjut dikatakan, keterlambatan dalam pengerjaan proyek tersebut lantaran pihaknya harus memperbaiki jalan menuju lokasi pemangunan.

Jika tidak dilakukan, kata dia, maka pihaknya sulit membawa material akiat kondisi medan yang sangat rawan.

“Waktu pelaksanaan kegiatan tersebut kami harus memperbaiki jalan terlebih dahulu karna medannya sangat rawan, kiri kanan jalan adalah tambak. Semantara beban angkutan matrial kita mencapai 40 ton dan berkali-kali mobil pengangkut matrial kami terpuruk. Namun kita tetap harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan segala konsekwensi,” tukasnya.()

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh