SINGKAWANG – Postingan sebuah akun Facebook Hengky Khimbie di grup Facebook ‘Singkawang’ mendadak bikin geger jagat maya. Bagaimana tidak, dalam postingannya itu akun tersebut secara terang-terangan menawarkan menjual Masjid Raya Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kasus ini sebenarnya telah ramai diperbincangkan sejak akhir pekan kemarin. Setelah postingannya yang berisi “Di jual tak dipakai lagi Nego” itu dianggap meresahkan masyarakat, pemilik akun yang bersangkutan kemudian dipanggil polisi untuk diperiksa.

Kapolres Singkawang, AKBP Sandi Mustofa menyebut, akun Facebook milik Hengky ternyata telah dibajak oleh orang tidak bertanggung jawab tanpa sepengetahuan dirinya. Meski demikian, Polres Singkawang masih terus mendalami kasus ini untuk menemukan fakta yang sebenarnya terjadi.

Untuk diketahui, sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Masjid Raya Singkawang ialah satu masjid tertua di Provinsi Kalimantan Barat tepatnya di Kota Singkawang. Masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat muslim di sana.

Sejarahnya bermula, pada tahun 1870, Kapitan Bawahasib Marikan, seorang pendatang dari Distrik Karikal, Calcutta, India, datang ke Singkawang untuk berdagang batu permata (marjan). Saat itu, Marican belum mendapat pangkat Kapitan. Usaha tersebut digelutinya selama sekitar lima tahun, karena pada 1875, pendatang dari Calcutta India ini diangkat Pemerintah Belanda sebagai Kapitan di Singkawang.

Di samping jabatannya, Kapitan Bawasahib Marican juga berkebun kelapa, gambir dan beternak sapi untuk memenuhi ransum tentara Belanda atau disebut Nederlands Indies Leger. 10 tahun kemudian, tepatnya pada 1885, Kapitan Bawasahib Marican membangun Masjid Raya di kawasan Pasar Baru Singkawang (yang kini tidak lagi disebut kawasan Pasar Baru. Ketika itu tempat ibadah umat Islam di Singkawang ini masih berukuran kecil dan tidak mempunyai menara.

Kapitan Bawasahib Marican membangun Masjid Raya di tanah miliknya yang berbentuk segitiga. Waktu itu belum ada jalan di samping lahan tersebut. Di salah satu sudut lahan itulah dibangun Masjid Raya. Sementara di dekat masjid tersebut terdapat pula Pekong, tempat ibadat etnis Tionghoa yang didirikan seorang kapitan dari negeri Tiongkok.

Sumber : .okezone.com

Komentar