PM, Tapaktuan—Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan, dr Faisal SpAn menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan jika ada orang atau pejabat tertentu yang memposisikan dirinya sok berkuasa sehingga terkesan muncul ada direktur diatas direktur atau “direktur bayangan”.

“Jika selama ini memang terkesan ada kondisi seperti itu (direktur bayangan), maka di bawah kepemimpinan sekarang, saya tidak akan mentolerirnya. Tekat saya hanya satu yakni ingin meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit ini serta meningkatkan status dari kelas C menjadi kelas B agar program menjadikan rumah sakit ini menjadi rumah sakit regional segera terlaksana,” ujarnya di Tapaktuan.

Penegasan itu disampaikan oleh Direktur yang baru dua pekan menjabat ini, menyikapi ada desas desus berkembang di luar bahwa selama ini, ada oknum pejabat tertentu di rumah sakit milik Pemkab Aceh Selatan itu yang mempunyai kedekatan dengan penguasa, disebut-sebut lebih berkuasa dari Direktur. Oknum tersebut disebut-sebut tidak hanya memegang kendali di bidang pengaturan manajemen didalam tapi juga memegang kendali dibidang pelaksanaan proyek di rumah sakit tersebut.

“Terkait persoalan itu, dapat saya jelaskan bahwa saat pertama kali saya di ajak oleh Bupati Aceh Selatan untuk di angkat menjadi Direktur menggantikan pejabat lama, dr Akmal Jawardi, saya menolaknya karena menganggap saya tidak mampu. Namun diajak lagi dan saat itu, bupati mengatakan jika tugas dan tanggungjawab ini berat anda akan saya bantu dan kita berjalan bersama-sama,” kata Faisal menceritakan saat pertemuannya dengan bupati.

Atas dasar itu, ujarnya, jika dalam perjalanan tugas nanti pihaknya mengalami kendala dan hambatan, maka seluruh persoalan itu akan dilaporkan kepada Bupati Aceh Selatan untuk diambil langkah penyelesaian secara konkrit.

“Kalau memang persoalan seperti itu akan muncul, maka saya tidak mau ambil pusing karena sesuai janji pak bupati, beliau siap membantu dan kami akan berjalan bersama-sama,” tegasnya.

Datangkan Dokter

Lebih lanjut, dr Faisal menyatakan dalam rangka mewujudkan program peningkatan status RSUD YA Tapaktuan dari kelas C menjadi kelas B agar rumah sakit tersebut segera menjadi rumah sakit regional tempat rujukan pasien membawahi empat kabupaten/kota yakni Aceh Singkil, Pemko Subulussalam, Aceh Selatan dan Abdya. “Salah satu skala prioritas yang akan dilakukan adalah menambah dokter specsialis,” katanya.

Dia mengakui, untuk mendatangkan dokter spesialis tersebut bukan perkara mudah, jika tidak didukung dengan ketersediaan fasilitas yang cukup dan nyaman. Untuk itu, agar dokter specialis tertarik bekerja di RSUD YA tersebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyediakan beberapa fasilitas khususnya rumah dan mobil dinas serta memperingan beban bulanan yang ditanggung oleh dokter spescialis tersebut.

“Jika langkah ini tidak kita lakukan segera, maka jangan mampi para dokter specialis akan mau bekerja di RSUD YA Tapaktuan. Sebab hal utama yang mereka pertimbangkan adalah segi kenyamanan bekerja,” pungkasnya.

[PM002]

Komentar