Biaya Artis Jadi Legislator Bisa Sampai Rp 1 Miliar

Nurul Arifin (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Nurul Arifin (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Nurul Arifin (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Nurul Arifin (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

Surabaya—Soal besanya biaya bagi artis untuk melenggang ke Senayan, mantan aktris Nurul Arifin punya bocoran. “Untuk artis diperlukan antara Rp 250 juta sampai Rp 1 miliar, menurut saya sangat bisa dipahami,” kata Nurul Arifin yang kini duduk di Komisi I DPR, awal pekan lalu.

Menurut Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, artis memang punya modal popularitas. Namun, sebagai caleg tetap harus belanja logistik kampanye.

“Dana segitu untuk belanja logistik kampanye, transportasi, dan akomodasi. Kalau punya tim, dia harus kasih honor tim pemenangannya,” kata mantan artis berusia 46 tahun.

“Populer saja tidaklah cukup. Modal duit saja, juga bukan berarti segalanya. Jadi, harus ada kombinasi tiga hal, yaitu populer, partai, dan finansial. Di zaman pragmatis dan permisif seperti sekarang ini, no free lunch, tidak ada makan siang gratis,” papar Nurul.

Terkait caleg artis, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow, menyarankan caleg artis jika terpilih harus menanggalkan profesi keartisannya.

“Menjadi anggota DPR butuh kesungguhan dan keseriusan, mungkin di sini problem para artis,” ujar Jeirry kepada wartawan di Jakarta.

Ia mengamati kalangan artis yang menjadi anggota parlemen hasil Pemilu 2009, sebagian masih sibuk syuting dan berkegiatan seputar selebriti. Walaupun mereka melakukan syuting di luar jam kerja sebagai anggota DPR, itu juga akan memengaruhi pekerjaan sebagai wakil rakyat, tutur Jeirry.[tribunnews]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Secercah Harapan Rakyat
Secercah Harapan Rakyat

Secercah Harapan Rakyat

Senjata api illegal sitaan Polda Aceh. (Foto PM/Taufan Mustafa)
Senjata sitaan Polda Aceh. Ada 32 pucuk senjata api laras panjang dan laras pendek, 4.955 butir peluru, 28 buah magazen dan satu granat sitaan dipamerkan, di halaman Mapolda Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, (29/10/2015). Selain memamerkan sejnjata, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, Polda Aceh memusnahkan hampir satu ton ganja kering dan barang bukti narkoba lain berupa sabu, ekstasi, dan psikotropika. Taufan Mustafa.

Serpihan Peluru Hentikan Langkah Malawati ke Deklarasi Cagub PA