Ilustrasi Koalisi Surya Paloh dengan Muzakir Manaf.
Ilustrasi Koalisi Surya Paloh dengan Muzakir Manaf.

Pertemuan khusus Mualem dan Surya Paloh melahirkan berbagai komitmen. Dari bargaining terkait Pilkada 2017 hingga arah pembanguan Aceh ke depan.

Pertemuan penting dilakukan Muzakir Manaf pada Selasa, 17 Mei 2016. Selepas mengadakan pertemuan dengan petinggi partai nasional di Pendapa Wagub Aceh, pria yang akrab disapa Mualem ini melawat ke DPP Partai NasDem di Jakarta. Dia menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Pertemuan tersebut diawali dengan perbincangan 30 menit, sebelum diakhiri dengan makan siang bersama. Pertemuan empat mata Paloh-Mualem berlangsung di Kantor DPP Partai NasDem, Komplek Gedung RP Suroso, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat.

Di gedung megah kawasan Menteng itu, Mualem menyampaikan niatnya maju sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017. Pertemuan kedua putra Aceh ini membahas peluang NasDem mendukung Partai Aceh dalam pesta demokrasi mendatang.

Sejam kemudian, mereka keluar. Keduanya sekilas terlihat mirip. Dengan wajah dipenuhi brewok, Paloh dan Mualem diibaratkan abang dan adik. Di luar ruangan tempat keduanya bertemu, sejumlah pengurus Partai Aceh yang mendampingi Mualem ikut menunggu.

Turut hadir bersama Mualem adalah Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Marzuki AR, Ketua Fraksi PA DPRA Kautsar, dan Erwanto. Sementara dari DPW NasDem Aceh, hadir Ketua DPW Zaini Djalil dan Ketua Bapilu Banta Syahrizal.

Pertemuan tersebut membicarakan bargaining NasDem dengan PA. Permohonan dukungan untuk pengusungan Mualem disebut harus dibayar setimpal. Tawar-menawar tentu menjadi kunci kesepakatan itu.

“Muzakir Manaf meminta NasDem ikut gerbong koalisi partai-partai mengusungnya. Sementara itu, Paloh menawarkan syarat sebagai kompensasi dukungan. Salah satunya menginginkan posisi wakil Muzakir Manaf diisi oleh kader NasDem,” sebut sumber Pikiran Merdeka.

Baca: Mualem dan Komitmen Koalosi Parnas

Informasi yang diperoleh Pikiran Merdeka, dua kader sudah disiapkan DPP Partai NasDem, yakni Zaini Djalil dan Teuku Irwan Djohan. Zaini adalah Ketua DPW NasDem Aceh, sedangkan Irwan merupakan Wakil Ketua DPR Aceh.

Meski Muzakir Manaf tak mendaftar ke DPW NasDem di Aceh, kata sumber itu, dirinya bisa memastikan Mualem termasuk salah satu nama Cagub yang dipertimbangkan NasDem sejak awal. Ketua PA/KPA ini mendaftar langsung ke DPP. Sebelum pertemuan itu, Surya Paloh memang telah menargetkan kadernya sebagai wakil gubernur dan memenangkan Pilkada di delapan kabupaten/kota di Aceh.

Namun, kabar tersebut ditanggapi diplomatis oleh Muzakir Manaf. Ia megatakan, pertemuan itu adalah realisasi dari janjinya untuk kembali menemui Surya Paloh. Sebelumnya, Mualem sempat menggelar pertemuan dengan Surya Paloh saat pemilik Metro TV itu berkunjung ke Aceh pada Maret lalu.

Muzakir Manaf (Foto Adi Hadi)
Muzakir Manaf (Foto Adi Hadi)

“Kami tak hanya bicara masalah Pilkada, namun juga bahas masalah bisnis, bagaimana caranya memajukan Aceh. Mengajak investor berinvestasi di Aceh, dan banyak hal lainnya,” kata Mualem kepada Pikiran Merdeka, Jumat pekan lalu.

Mualem menuturkan, pada pertemuan tersebut Surya Paloh pernah berjanji kepadanya. “Muzakir, saya tak akan pernah mengkhianati kamu dan saya siap mendukung kamu,” ujar Surya Paloh sambil menepuk dada Mualem. Kalimat ini ditirukan kembali oleh Mualem.

“Saya percaya, Bang Surya Paloh tak akan mengkhianati saya. Dan beliau komit dengan stemennya,” kata Mualem.

Dalam pertemuan di Jakarta, Mualem tak menampik adanya pembicaraan terkait wakil yang akan mendampinginya. Diakuinya, Paloh ingin kader NasDem mendampinginya. “Namun saya tak menjawab apapun. Saya juga tak menjawab sudah ada calon A atau B. Karena, pada prinsipnya semua Parnas menawarkan diri sebagai wakil,” urai Mualem. “Tentunya saya akan memilih wakil yang terbaik dan bisa diterima oleh berbagai kalangan.”

Ia juga mengakui, jika nantinya Paloh merestui Mualem, akan ada kompensasi dukungan yang harus dibayarkan PA kepada NasDem. Mualem menilai hal tersebut sangat wajar. Pembicaraan dirinya dengan Paloh, tegas Mualem, dinisiasikan sebagai komitmen kerjasama jangka panjang, bukan hanya untuk kepentingan Pilkada 2017.

Baca: Setiap Dukungan Pasti Ada Kompensasi

“Ya, kita harapannya begitu, Bang Surya Paloh memberikan dukungan dan mengusung,” kata Mualem. “Komitmennya untuk (pemenangan) beberapa kabupaten/kota serta membantu (NasDem) dalam Pileg 2019 ke depan. Partai Aceh kan tak bisa mengirimkan wakilnya ke DPR RI.”

adalah Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Marzuki AR menambahkan, ada tiga hal yang membuat pihaknya yakin akan dukungan NasDem. Pertama, konsep yang diminta Surya Paloh adalah kebersamaan. Menurut tim Mualem, apa yang sedang dilakukan Mualem bersama KAB adalah jalan membangun kebersamaan tersebut.

“Pencalonan Mualem bukan hanya soal mencari atau mencukupkan partai untuk mengusung, karena kuota kursi PA sudah cukup. Namun kita sedang membangun konsep kebersamaan dalam pembangunan Aceh,” ujar pria yang akrab disapa Win Rimba Raya ini.

Alasan kedua pihaknya yakin diusung NasDem, kata Win, karena Paloh pernah menyatakan dukungan dan berjanji seraya menepuk dada Mualem. Alasan ke tiga, sebut dia, statemen Surya Paloh yang menekankan dirinya sebagai putra Aceh yang tidak akan ingkar janji.

“Surya Paloh sudah berjanji, NasDem akan mendukung Mualem. Yang kita inginkan, Surya Paloh melaksanakan komitmen tersebut,” tegas mantan panglima GAM Wilayah Linge ini.[]

Komentar