Banjir di Aceh Utara menggenangi sejumlah sekolah.

PM, Lhoksukon – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Utara melansir data tanggul jebol akibat banjir terdapat di sembilan desa dalam tiga kecamatan di kabupaten itu.

Sembilan desa itu yakni di Desa Meunasah Cut, Kecamatan Nisam, sedangkan di Kecamatan Samudera yang terdapat tanggul jebol di Desa Meunasah Mancang, Teupin Ara, Tanjong Mesjid.

Sementara di Kecamatan Syamtalira Aron, tanggul jebol di Desa Meunasah Kumbang, Meunasah Mesjid, dan Desa Meunasah Tanjong.

Kepala Dinas PUPR, Aceh Utara, Edi Anwar, menyebut, total kerusakan tanggul di sembilan desa itu sepanjang 1.028 meter.

Dibutuhkan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk membangun tanggul di kawasan itu.

Kepala Humas Pemkab Aceh Utara Andre Prayudha menyebutkan, untuk kerusakan ringan sudah mulai ditangani Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

“Kalau kerusakannya ringan, maka segera kita tangani di Aceh Utara. Kalau berat-berat, kita minta dukungan ke Pemerintah Provinsi Aceh. Kita harap, provinsi bisa membantu,” kata Andre.

Terkait empat rumah yang hanyut akibat banjir, sambung Andre, akan dipikirkan dengan pembangunan simulasi dana desa serta Baitul Mal, Aceh Utara. Sumber dana lain dari dana sosial perusahaan juga terus diminta.

“Simulasi pembangunan rumah itu dari dana desa, kan di Aceh Utara ada program per desa dua rumah per tahun. Yang kurang, kita minta Baitul Mal membantu plus dana sosial perusahaan. Semoga ini bisa menjadi solusi terbaik,” terang dia.

Sebelumnya diberitakan, banjir merendam Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Empat rumah hanyut dan puluhan warga mengungsi. Hari ini, banjir mulai surut dan proses pembangunan tanggul jebol mulai dilakukan. | Kompas

Komentar