Aminullah di Bendungan Lambaro
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meninjau langsung bendungan karet yang bocor di Krueng Aceh, tepatnya di kawasan Lambaro, Aceh Besar, 6 Juli 2020. (Dok. Humas)

PM, Banda Aceh – Untuk mengatasi persoalan layanan air bersih di Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh mengucurkan anggaran sebesar Rp 61 miliar untuk Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy.

Melansir Antara, sejak 2017 hingga 2020 Pemkot telah mengalokasikan Rp 61 miliar untuk penuntasan problem air bersih. Kini, diperkirakan butuh Rp 50 miliar lagi.

“Pada awal 2017 kita plot Rp 8,7 miliar, 2018 Rp 6 miliar, 2019 Rp 15 miliar, dan 2020 Rp 30 miliar. Ditambah dana dari PDAM sendiri totalnya sudah Rp 61 miliar. Insya Allah tahun ini akan kita plot Rp 16 miliar lagi,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kamis (7/1/2021).

Puluhan miliar anggaran itu untuk membenahi persoalan air bersih, seperti peremajaan jaringan pipa yang rusak termasuk penertiban sambungan liar.

“Ini yang berat tapi harus dilakukan karena jaringan perpipaan di kota kita sudah sebegitu semrawut dari lama,” katanya.

Selain itu, kata Aminullah, anggaran tersebut juga untuk perbaikan bendungan karet di Krueng Aceh yang menjadi sumber air baku Water Treatment Plant (WTP) PDAM Tirta Daroy di Lambaro, Aceh Besar.

Bendungan karet itu, ujarnya, kerap bocor karena sudah usang. Akibatnya debit air baku berkurang. Kendati demikian, pada 2022 pemerintah pusat kabarnya akan membangun baru bendungan tersebut melalui Balai Wilayah Sungai I Sumatra.

Tak hanya itu, lanjut Aminullah, Pemerintah Banda Aceh juga segera merampungkan dua proyek vital, yakni Reservoir Pompa Booster berkapasitas 3.000 meter kubik yang dilengkapi empat booster pompa.

“Ini untuk melayani 20 ribu lebih pelanggan di empat kecamatan,” ujar Aminullah.  Sementara WTP Lambaro telah diupgrade kapasitas produksinya dari 500 menjadi 800 liter per detik.

Sumber: ANTARA

Komentar