Koalisi Pendidikan Desak Mendikbud Hapus UN

UAS SMP Banda Aceh
Koalisi Pendidikan Desak Mendikbud Hapus UN

ujian nasionalJakarta—Koalisi Pendidikan mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Desakan ini dilatarbelakangi temuan kebocoran soal oleh divisi mobitoring pelayanan publik Indonesia Corruption Watch (MPP-ICW) dan Koalisi Pendidikan di SMK Widuri Jakarta.

“Saatnya UN dihapuskan. Karena penerapan ujian nasional memicu murid, kepala sekolah, dan guru berlaku curang,” kata Lody Paat, praktisi pendidikan yang tergabung dalam Koalisi Pendidikan di kantor ICW, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Menurutnya, ujian nasional bagi sebagian sekolah memiliki tingkat kesulitan jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Di lain pihak, sekolah dan murid harus lulus UN. Jika tidak lulus, maka nama daerah, nama sekolah, dan murid akan rusak di mata masyarakat.

“Publik juga akan mempertanyakan anggaran pendidikan jika hal ini yang memicu kecurangan masal, terstruktur, dan sistemik. Buktinya seperti yang terjadi pada SMK Widuri pada UN tahun 2013,” kata Lody Paat.

Ditegaskannya lagi, bukti kecurangan sistemik UN adalah adanya kunci jawaban yang dibuat dengan rapi untuk 20 tipe soal. Ini juga bukti perubahan jumlah variasi soal dari lima jenis menjadi dua puluh jenis juga tidak menghilangkan kecurangan UN.[jpnn]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ketum PKK Pusat
Pj. Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Hj. Safriati Safrizal, S.Si, M.Si, saat mendampingi kunjungan kerja Ketua Umum TP-PKK/Ketua Umum Pembina Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian dalam rangka Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Anak Stunting dan Layanan Kesehatan di Posyandu Cempala Gampong Balohan, Sabang, Senin (30/9/2024). Foto: Biro Adpim

Ketua Umum TP PKK Pusat dan Pj Ketua PKK Aceh Kunjungi Sabang, Salurkan Bantuan untuk Anak Stunting