Menkeu Gandeng Bank Sentral Jaga Likuiditas dan Stabilitas Pasar

Bayu (4)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. [Ist]

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kunci utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026 adalah sinkronisasi kebijakan antara fiskal dan moneter.

Pemerintah kini telah memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral guna memastikan keseimbangan likuiditas di pasar tetap terjaga agar kebijakan yang diambil berjalan searah.

Dalam acara “Semangat Awal Tahun 2026” bertema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di kantor IDN HQ, Selasa lalu, Menkeu mengakui bahwa efektivitas kebijakan ekonomi sempat tertahan akibat respons kebijakan moneter yang kurang selaras.

Namun, ia memastikan hambatan tersebut kini telah teratasi melalui kesepahaman baru dengan otoritas moneter.

“Kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah, gimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal moneter lebih sinkron,” ujar Purbaya dalam sesi tanya jawab.

Sinkronisasi ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi ekonomi pada paruh kedua tahun 2025 sempat mengalami tekanan hebat.

Menkeu memaparkan bahwa langkah-langkah agresif yang diambil sejak akhir tahun lalu berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi yang berpotensi memicu ketidakpastian lebih luas.

“Kalau kita lihat Agustus-September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau tidak dibalik, stabilitas sosial, politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga,” ungkapnya.

Selain penguatan koordinasi dengan Bank Sentral, pemerintah juga berfokus pada percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah pembentukan Satgas Percepatan dan Debottlenecking untuk memangkas hambatan investasi di sektor riil.

Menkeu menjanjikan bahwa pemerintah tidak akan ragu memberikan dukungan bagi pelaku usaha jika dibutuhkan.

“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan real sector. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Dan kalau mereka butuh subsidi atau insentif, kita akan pertimbangkan sesuai dengan keadaan,” tambahnya.

Optimisme ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan produktif di sisa masa jabatan Presiden Prabowo. Dengan sinergi yang lebih solid antara pengambil kebijakan, Menkeu optimistis roda ekonomi akan berputar lebih kencang.

“Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan,” imbuhnya. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal, ZA. M. Si didampingi Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Abdul Qahar, Kepala BPKA , Reza Saputra dan Karo Hukum Setda Aceh, Junaidi melakukan Sidak Ke Kantor Samsat Banda Aceh Guna Kelancaran Pengurusan Pajak Bermotor, Kamis, 02/01/2025. Foto: Biro Adpim
Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal, ZA. M. Si didampingi Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Abdul Qahar, Kepala BPKA , Reza Saputra dan Karo Hukum Setda Aceh, Junaidi melakukan Sidak Ke Kantor Samsat Banda Aceh Guna Kelancaran Pengurusan Pajak Bermotor, Kamis, 02/01/2025. Foto: Biro Adpim

Pj Gubernur Safrizal : Pemutihan Pajak Kendaraan di Aceh Diperpanjang