Pembangunan MRT di Aceh Terobsesi dari DKI Jakarta

Pembangunan MRT di Aceh Terobsesi dari DKI Jakarta
Ilustrasi: Kompas Properti

PM, Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan awal tahun 2019 pihaknya akan membangun sistem transportasi massal berupa Mass Rapid Transit (MRT) di pusat ibu kota provinsi tersebut.

“Awal tahun depan kita akan memulai membangun sistem transportasi massal dengan menggunakan kereta rel listrik atau jalan Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Banda Aceh,” katanya di Banda Aceh, Senin, seperti dilansir dari Antara.

Nova mengakui rencana pembangunan MRT tersebut terobsesi dari DKI Jakarta, Malaysia, dan Singapura.

Ia menyampaikan, sistem transportasi massal yang mampu mengangkut 300 penumpang sekali jalan tersebut, efektif menekan kemacetan dan meminimalisasi tingkat kecelakaan pengendara kendaraan roda dua maupun empat.

“Sudah saatnya kita membangun transportasi MRT di Kota Banda Aceh seperti yang dilakukan oleh Jakarta dan Singapura. Transportasi tersebut mampu mengangkut penumpang skala besar hingga 300 penumpang sekali jalan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan Aceh saat ini sedang menganalisa skema kerja sama dengan pemerintah maupun lembaga swasta untuk memulai pembangunan tersebut.

Ia memperkirakan pembangan sistem transportasi massal tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp6 triliun dan sumber dananya bisa dari APBN, APB Aceh (APBA), maupun APBK/APBD.

“Pembangan MRT itu, butuh dana sampai Rp6 triliun. Dananya bisa dari APBN, APBA, APBK, dan bahkan bisa juga dari swasta. Ya mungkin pembangunannya hingga 2022,” kata Nova Iriansyah, yang menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 itu.

Jika pembangunan MRT di Kota Banda Aceh berhasil, pihaknya akan melanjutkan pembangunan tersebut ke wilayah Lhokseumawe, Langsa, serta Kabupaten Aceh Barat.

“Sudah saatnya kita membangun infrastruktur yang lebih efektif agar anak cucu kita tidak lagi mengalami kecelakaan sepeda motor ketika ke sekolah atau kuliah. Saya yakin sistem transportasi MRT itu berhasil menekan korban kecelakaan lalu lintas,” katanya. [Antara]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jokowi Tiba di Aceh Malam Ini, 2.758 Personel Aparat Siaga
Presiden Jokowi disambut Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (kedua kanan) didampingi Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto (kanan), saat tiba di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (8/3/18) malam. (Antara/ampelsa)

Jokowi Tiba di Aceh Malam Ini, 2.758 Personel Aparat Siaga

IMG 20210310 WA0020 660x330 1
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Oditur Jenderal TNI Marsekal Muda TNI Dr. SUJONO, SH,MH,CFrA dan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Achmad Marzuki, beserta Unsur Forkopimda Aceh mengikuti pemusnahan barang bukti Otmil I-01 Banda Aceh berupa Ganja dan sabu di lapangan Jasdam Iskandar Muda Neusu, Banda Aceh, (10/3/2021). [Dok. Ist]

Pencegahan Narkoba Harus Mulai Dari Hulu

b87fc544 44fe 4999 8e6c 7fc3498de8b31
Camat Darul Imarah, Syarifuddin memantau harga daging menjelang dua hari meugang puasa Ramadhan di pasar Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (19/3/2023). [Dok: Media Center Aceh Besar]

Jelang Meugang, Harga Daging di Darul Imarah Rp150 Ribu per Kilo

WhatsApp Image 2024 12 09 at 19.18.03 (1)
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., bersama Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyerahkan piala kepada sekolah-sekolah yang berhasil menjadi juara pada pertandingan bola basket antar pelajar SMA se-Provinsi Aceh. Acara berlangsung di Lapangan Basket Blang Padang, Banda Aceh, Senin, 9 Desember 2024. Foto: Biro Adpim

Pj Gubernur Safrizal Bersama Pangdam IM Serahkan Piala Basket SMA se-Aceh