Jemaah Haji Asal Banda Aceh Wafat di Arab Saudi

IMG 8042
Foto: Istimewa

PM, BANDA ACEH– Seorang jemaah haji asal Banda Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-03, Burhanuddin (67 tahun), meninggal dunia di Arab Saudi pada Sabtu, 31 Mei 2025, pukul 22.35 waktu setempat.

Kabar duka ini disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, setelah menerima laporan dari petugas haji kloter BTJ-03 di Tanah Suci.

“Innalillahi wainna ilaihi raajiun, telah berpulang ke rahmatullah jemaah haji BTJ-03, Burhanuddin Bin Muhammad Bin Muhammad Budiman, alamat Atuek Deah Teungoh kota Banda Aceh,” tulis Ketua Kloter 3, Syahri Ramadhan, kepada Azhari melalui aplikasi perpesanan daring.

Menurut Azhari, berdasarkan sertifikat kematian (Certificate of Death/CoD), Burhanuddin diketahui mengidap penyakit jantung iskemik serta memiliki riwayat diabetes melitus.

“Menurut tim kesehatan di sana, almarhum sudah mulai merasakan nyeri dada sejak 27 Mei. Beliau wafat di Saudi National Hospital Abeer. Semoga almarhum diampuni segala dosa dan ditempatkan di sisi-Nya bersama para nabi dan orang-orang saleh,” ujar Azhari.

Syahri menambahkan bahwa seluruh proses fardhu kifayah telah dilaksanakan. “Alhamdulillah, salat jenazah dilaksanakan di Masjidil Haram dan almarhum sudah dimakamkan di pemakaman Syaraya,” katanya.

Dengan meninggalnya Burhanuddin, jumlah jemaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci tahun ini bertambah menjadi dua orang. Sebelumnya, Rusli Sulaiman (62 tahun), jemaah kloter 8, meninggal pada Senin, 26 Mei 2025, pukul 13.30 waktu Arab Saudi.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

antarafoto ngabuburit masjid raya baiturrahman 170421 irp 3 01 ratio 16x9
Warga menikmati panorama Masjid Raya Baiturrahman sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa (ngabuburit) di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (17/4/2021). Masjid Raya Baiturrahman yang dibangun di masa pemerintahan Sultan Alauddin Johan Mahmudsyah sekitar tahun 1292 M tersebut telah menjadi salah satu ikon provinsi Aceh yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Angka Korban Perkosaan di Aceh Tertinggi di Indonesia, Komnas HAM Ingatkan Hak Korban