Tokoh Masyarakat Lhokseumawe asal Ujong Pancu, Tgk Sanusi (kanan) menjenguk korban serpihan bom yang dirawat di RS PT Arun Lhokseumawe. Foto: F Salim.

PM, Lhokseumawe – Delapan orang warga Gampong Ujung Pacu, Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu malam, 8/8, sekitar pukul 21.30 WIB, terkena serpihan bom rakitan yang meledak di kampung itu. Kedelapan warga tersebut terluka dan segera dilarikan ke rumah Sakit PT Arun, Lhokseumawe.

Kedelapan warga tersebut adalah Sulaiman Lidan, Sulaiman M Taib, Sulaiman A Rani, M. Yunus Ubit, Umar, Ramadi, Khaidir dan Tarmizi.

Salah seorang korban, Umar, yang ditemui di RS PT Arun, mengatakan kejadian tersebut berawal dari laporan seorang warga setempat kepada beberapa orang yang berada di warung kopi di sana. Pelapor itu mengabarkan ada ledakan bom di parit dekat pos jaga Gampong Ujung Pacu.

“Mendengar kabar itu, orang beramai-ramai menuju tempat yang disebutkan. Kami melihat bekas, ledakan bom pertama itu berjarak sekitar 50 meter dari pos jaga,” kata Umar.

Umar mengaku, ketika orang-orang sedang melihat-lihat bekas ledakan, salah seorang seorang meneriakkan bahwa di bawah pos jaga ada sebuah benda aneh. Benda tersebut panjangnya kira-kira 30 centimeter, dibungkus plastik hitam.

“Sekitar dua puluh menit setelah ditemukan benda aneh tersebut, dari arah pos jaga terdengar letusan dahsyat. Itulah ledakan bom kedua yang serpihannya melukai kami. Orang-orang yang berkeruman di sana sempat kucar kacir,” kata Umar.

Rizaluddin, dokter jaga RS PT Arun, mengatakan secara umum kedelapan warga yang terkena sepihan bom berada dalam kondisi baik. Hanya satu orang warga yang harus dirawat inap akibat terkena serpihan di sekitar mata.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kepala Bagian Operasi, Kompol Isharyadi mengatakan, dari hasil olahan TKP (Tempat Kejadian Perkara), pihaknya menemukan beberapa alat bukti berupa lempengan besi, baterai, dan timer bom.

“Kita sudah berkoordinasi dengan tim penjinak bom Brimob dan mengamankan lokasi untuk melakukan olah TKP. Tentang siapa pelaku dan motifnya, kita masih menunggu hasil penyelidikan,” kata Isharyadi.

(PM 005)

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh