Komisi Transportasi Uni Eropa menghapus seluruh maskapai Indonesia dari daftar ‘hitam’ keselamatan udara mereka pada hari ini, Kamis, 14 Juni 2018. Kebijakan itu diambil setelah mereka menilai ada perbaikan dalam hal keselamatan penerbangan di Tanah Air.

“Daftar keselamatan udara Uni Eropa adalah salah satu instrumen utama kami untuk terus menawarkan tingkat keselamatan udara tertinggi untuk orang Eropa. Saya sangat senang bahwa setelah bertahun-tahun bekerja, kami sekarang dapat menghapus semua maskapai penerbangan Indonesia (dari daftar larangan-red). Itu menunjukkan bahwa kerja keras dan kerja sama yang erat berhasil,” kata Komisioner Eropa untuk Transportasi, Violeta Bulc, seperti dilansir dari situs eeas.europa.eu.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini, Kementerian Perhubungan, dan juga maskapai Indonesia karena sudah bekerja keras dalam mengatasi masalah keamanan udara.

Untuk diketahui, semua maskapai dari Indonesia dimasukkan dalam Daftar Keselamatan Udara Uni Eropa pada 2007 karena masalah keamanan. Selama beberapa tahun terakhir, maskapai utama seperti Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Ekspres Transportasi Antarbenua, Indonesia Air Asia, Citilink, Lion Air dan Batik Air telah dihapus, tetapi beberapa maskapai lain masih ada dalam daftar hingga saat ini.

Daftar Keselamatan Udara Uni Eropa dibuat untuk memastikan keamanan penerbangan bagi warga Eropa. Namun, daftar itu kemudian disebut tidak hanya membantu menjaga keselamatan orang-orang Eropa, tetapi juga membantu negara-negara yang masuk di dalamnya untuk meningkatkan tingkat keamanan penerbangan mereka. Selain itu, daftar itu juga sudah menjadi alat pencegahan utama, karena memotivasi negara-negara dengan masalah keamanan penerbangan itu untuk memperbaiki diri.

Sementara itu, pencabutan maskapai penerbangan Indonesia dari daftar itu didasarkan pada pendapat bulat pakar keamanan penerbangan negara anggota Uni Eropa yang bertemu pada 29-31 Mei dalam Komite Keselamatan Udara Uni Eropa (ASC). Komite ini diketuai oleh Komisi Eropa dengan dukungan dari European Aviation Safety Agency (EASA).

Keputusan tersebut juga mendapat dukungan dari Komisi Transportasi Parlemen Eropa. Penilaian dilakukan terhadap standar keamanan internasional, dan terutama standar yang diumumkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Sumber: viva.co.id

Komentar

Daftar Caleg Sementara Anggota DPRK Aceh Jaya Pemilihan Umum Tahun 2019