Tommy Soeharto Bangun Hotel Syariah Terbesar di Indonesia

Tommy Soeharto Bangun Hotel Syariah Terbesar di Indonesia
Tommy Soeharto [google image]

Tommy Soeharto [google image]
Tommy Soeharto [google image]
Solo – Putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto melebarkan sayap bisnisnya di bidang perhotelan. Ia menggarap hotel berbintang syariah. Hotel ini diklaim sebagai hotel syariah paling besar di Indonesia.

Di bawah bendera perusahaan perhotelan, PT Hotel Anomsolo Saranatama yang membawahi Lorin Hotels dan Resort, Tommy Soeharto mendirikan hotel syariah dengan nama Syariah Hotel Solo.

Hotel tersebut, terletak persis di sebelah barat Lorin Hotel dan Resort Solo. Peletakan batu pertama pembangunan hotel telah dimulai sejak 17 Januari tahun lalu. Setelah pembangunan rampung, bangunan hotel yang memiliki 11 lantai itu mulai diresmikan pengoperasiannya pada hari ini, Selasa, 11 Maret 2014.

Prosesi peresmian hotel itu, selain dihadiri sang pemilik, Tommy Soeharto dan salah satu putri Soeharto, Siti Herdiyanti Soeharto atau Titik Soeharto, juga dihadiri Ustaz Yusuf Mansyur dan Habib Syech Abdul Qadir Assegaf. Peresmian hotel bernuansa Islami itu ditandai dengan pembukaan kelambu kain di bangunan hotel yang dilakukan oleh pemanjat tebing difabel, Sabar Gorky.

Direktur Hotel Anomsolo Saranatama, Johny Subarkah, mengatakan Syariah Hotel Solo yang dimiliki Tommy Soeharto merupakan hotel syariah terbesar di Solo, Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Sebab, biasanya hotel yang berbasis syariah itu hanya memiliki kamar terbatas seperti 70 hingga 100 kamar. Namun, di hotel ini jumlah kamar cukup besar.

“Syariah Hotel Solo ini dibangun 11 lantai serta memiliki 387 kamar. Dengan jumlah kamar sebanyak itu, hotel ini merupakan hotel syariah terbesar di Indonesia,” katanya ketika ditemui usai peresmian Syariah Hotel Solo, Selasa 11 Maret 2014.

Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan dipilihnya Solo sebagai lokasi pendirian hotel syariah terbesar itu karena kota ini menjadi cikal bakal berdirinya bisnis perhotelan yang dimiliki Tommy Soeharto. Saat itu, hotel milik putra bungsu penguasa Orde Baru yang pertama berdiri adalah Lorin Hotel dan Resort di Solo.

“Selain Lorin lahir di Solo, tujuan pendirian hotel syariah di Solo karena Solo sebagai kota satelit serta sebagai kota MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Diharapkan, para tamu-tamu dari luar kota yang berkunjung ke Solo bisa menginap di hotel yang menawarkan konsep syariah,” jelas dia.[viva.co.id]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen
Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen PM, MEULABOH – Harga beli cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Meulaboh, Aceh Barat, sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan hingga 40 persen, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogramnya. Seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Iyan kepada wartawan, Jumat (22/9) menyebutkan, kenaikan harga tersebut akibat minimnya pasokan cabai merah lokal sejak beberapa hari terakhir. Biasanya, kata Iyan, pihaknya menerima pasokan cabai merah dari Nagan Raya hingga mencapai 100 kilogram perhari. Tetapi saat ini pengiriman cabai mereah ini tersendat. Saat ini, pedagang hanya menerima pasokan cabai hanya 40 kilogram dari Sumatera Utara. “Cabai yang kita terima sekarang ini hanya pasokan dari luar saja, itupun dengan jumlah yang sangat sedikit dan harga sangat mahal. Sehingga kami terpaksa menyusuaikan harga jual dengan harga yang kami peroleh dari distributor,” katanya. Dampak dari harga mahal membuat penjualan cabai di pasar Bina Usaha dan beberapa pasar lainnya di Aceh Barat mengalami penurunan. Warga hanya membeli cabai dalam jumlah kecil, sehingga membuat pendapatan pedagang berkurang.[] Harga cabai merah di Kota Meulaboh, mengalami kenaikan hingga 40 persen, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.(Pikiran Merdeka/Azhar)

Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen